Video

Sinergi Adat dan Budaya dalam Silaturahmi Halal Bihalal SPDB Pangeran Edward Syah Pernong dan dan KPH Yudanegara di Yogyakarta

455
×

Sinergi Adat dan Budaya dalam Silaturahmi Halal Bihalal SPDB Pangeran Edward Syah Pernong dan dan KPH Yudanegara di Yogyakarta

Sebarkan artikel ini

Mantv7.com | Pertemuan antara Brigjen. Pol. (Purn.) Drs. H. Edward Syah Pernong, S.H., M.H., SPDB Pangeran Edward Syah Pernong dan Kanjeng Pangeran Haryo Yudanegara, SE., M.Si., PhD berlangsung dalam suasana hangat di Yogyakarta, Minggu 12 April 2026. Pertemuan ini dikemas dalam jamuan makan bersama bernuansa halal bihalal dan temu kangen antartokoh adat Nusantara. Momen tersebut menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan dua figur penting dalam pelestarian budaya bangsa. Keduanya hadir dalam suasana sederhana namun sarat makna, memperlihatkan kedekatan emosional sekaligus penghormatan terhadap nilai-nilai tradisi yang masih dijaga hingga saat ini.

Suasana pertemuan tampak cair sejak awal, ketika kedua tokoh saling berbincang akrab sembari menikmati hidangan khas Nusantara. Beberapa sajian seperti olahan daging domba “Lamb Shanks” turut mewarnai jamuan, menambah nuansa kebersamaan dalam pertemuan tersebut.

Kehadiran Brigjen. Pol. (Purn.) Drs. H. Edward Syah Pernong, S.H., M.H., SPDB Pangeran Edward Syah Pernong yang juga dikenal sebagai PYM Saibatin Puniakan Dalom Beliau (SPDB) Pangeran Edward Syah Pernong, mencerminkan peran ganda sebagai tokoh adat sekaligus purnawirawan Polri. Posisi ini memperlihatkan keterhubungan antara pengabdian kepada negara dan pelestarian adat budaya.

Di sisi lain, Kanjeng Pangeran Haryo Yudanegara, SE., M.Si., PhD hadir dengan latar kebangsawanan Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat serta kapasitas akademik sebagai doktor. Perpaduan peran adat dan intelektual tersebut menjadi representasi penting dalam menjaga kesinambungan nilai tradisi dan tata kelola modern.

Pertemuan ini tidak hanya dipandang sebagai agenda silaturahmi, tetapi juga sebagai ruang dialog kebudayaan. Kedua tokoh disebut saling bertukar pandangan mengenai pelestarian nilai-nilai adat, peran generasi muda, serta tantangan budaya di tengah perubahan sosial yang cepat.

Dalam suasana yang berlangsung tertutup namun hangat, percakapan mengalir ringan namun substantif. Diskusi yang terbangun mencerminkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga identitas budaya Nusantara tanpa meninggalkan perkembangan zaman dan tuntutan modernitas.

Masyarakat yang mengetahui agenda tersebut memberikan respons positif. Mereka menilai bahwa pertemuan ini menjadi contoh nyata sinergi antara tokoh adat dan tokoh berjejaring kenegaraan dalam menjaga harmoni sosial dan budaya di Indonesia.

“Pertemuan ini lebih dari sekadar makan bersama. Ini adalah bentuk silaturahmi antara dua saudara se-Nusantara untuk bertukar pikiran dan memperkuat komitmen dalam melestarikan budaya bangsa,” demikian semangat yang tercermin dari jalannya pertemuan tersebut.

Sinergi yang terbangun antara tokoh adat dan figur berwawasan kenegaraan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda. Bahwa pelestarian budaya tidak berdiri sendiri, melainkan berjalan beriringan dengan kontribusi aktif dalam pembangunan bangsa di era modern.

Pertemuan halal bihalal ini ditutup dengan pesan mengenai pentingnya menjaga silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta merawat nilai-nilai kebudayaan sebagai bagian dari identitas nasional. Momen ini menjadi pengingat bahwa harmoni adat dan negara dapat berjalan seiring dalam satu semangat kebangsaan.

(RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Enable Notifications OK No thanks