InternasionalVideo

Video : Perang Thailand-Kamboja: Korban Tewas Melonjak, Ratusan Ribu Warga Mengungsi

101
×

Video : Perang Thailand-Kamboja: Korban Tewas Melonjak, Ratusan Ribu Warga Mengungsi

Sebarkan artikel ini
Video : Sumber ( Dok – Chanel Yutube Tribune Jambi )

TANGERANG – Konflik bersenjata yang kembali pecah di sepanjang perbatasan Thailand dan Kamboja terus memakan korban jiwa dari kalangan militer maupun sipil. Berdasarkan laporan awal hingga Jumat (12/12/2025), pertempuran yang intens selama beberapa hari tersebut telah menewaskan sedikitnya 22 orang dari kedua belah pihak.

Situasi di perbatasan kian memburuk seiring dengan eskalasi serangan, memaksa otoritas kedua negara untuk memberlakukan status darurat dan mengevakuasi ratusan ribu warga sipil.

Korban Terbaru Tembus 27 Jiwa

Angka korban tewas terus bertambah seiring berlanjutnya bentrokan. Laporan resmi terbaru dari otoritas kedua negara hingga Minggu (14/12/2025) mengonfirmasi sedikitnya 27 orang tewas.

Korban tewas ini meliputi personel militer dan warga sipil dari kedua negara, menunjukkan dampak parah konflik terhadap non-kombatan. Perdana kali, Thailand mengonfirmasi adanya korban tewas dari warga sipil di pihak mereka, seorang pria berusia 63 tahun yang tewas akibat serangan roket Kamboja di Provinsi Sisaket.

Rincian korban terbaru (per 14/12/2025) mencakup:

  • 15 tentara Thailand dan 1 warga sipil Thailand.
  • 11 warga sipil Kamboja.

Krisis Pengungsi dan Darurat Militer

Eskalasi konflik bersenjata ini memicu gelombang pengungsian masif di wilayah perbatasan. Diperkirakan hingga 800.000 warga sipil dari kedua negara terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk mencari perlindungan di kamp-kamp pengungsian.

Di tengah situasi mencekam, Thailand bahkan memberlakukan darurat militer dan jam malam di beberapa distrik di Provinsi Trat. Tindakan ini diambil setelah terjadi serangan roket yang mendarat di area permukiman, yang diklaim sebagai serangan dari pihak Kamboja.

Adu Tuding dan Senjata Berat

Konflik yang dipicu oleh sengketa perbatasan peninggalan era kolonial ini terus diwarnai adu tuding antara Bangkok dan Phnom Penh. Kedua pihak saling mengklaim bertindak membela diri dan menuduh lawannya melanggar Konvensi Jenewa, bahkan menuduh serangan ditargetkan ke area sipil, termasuk rumah sakit.

Kedua negara juga mengerahkan persenjataan berat. Thailand dilaporkan menggunakan jet tempur F-16 dan tank, sementara Kamboja membalas dengan roket BM-21 dan artileri berat lainnya.

Meskipun Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim telah berupaya menengahi konflik, dengan mengusulkan pengerahan Tim Pengamat ASEAN (AOT), eskalasi di lapangan menunjukkan pertempuran masih berlanjut.

( @adminMANtv7 )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Enable Notifications OK No thanks