AgamaBeritaGaya Hidup & BudayaVideo

Kita Tidak Celaka Hari Ini Bukan Karena Kita Hebat, Tapi Karena Ada Ibu yang Tidak Pernah Berhenti Menyebut Nama Kita Dalam Setiap Doanya

73
×

Kita Tidak Celaka Hari Ini Bukan Karena Kita Hebat, Tapi Karena Ada Ibu yang Tidak Pernah Berhenti Menyebut Nama Kita Dalam Setiap Doanya

Sebarkan artikel ini

Mantv7.com | Hari ini kita berjalan seperti biasa, pulang seperti biasa, dan merasa semua baik-baik saja. Kita tidak jatuh, tidak celaka, tidak kehilangan apa pun. Tapi satu hal yang jarang kita sadari: kita tidak pernah benar-benar tahu, berapa banyak bahaya yang sebenarnya sudah sangat dekat, lalu tiba-tiba batal.

Video dari akun TikTok @HAMZ ZY menunjukkan seorang pemuda berjalan sambil menatap ponselnya. Ia hampir tertimpa dahan, nyaris terperosok ke lubang, hampir terluka oleh benda tajam. Semua itu terjadi dalam hitungan detik. Tapi anehnya, setiap bahaya datang, selalu ada yang menahan.

Tidak terlihat. Tidak terdengar. Tapi nyata.
Di saat yang sama, seorang ibu duduk dalam diam. Bibirnya berzikir, tangannya terangkat, menyebut satu nama tanpa henti anaknya. Ia tidak tahu apa yang sedang terjadi di luar sana, tapi ia tahu satu hal: dunia tidak selalu ramah, dan doa adalah satu-satunya penjaga yang tidak pernah lelah.

Inilah kenyataan yang sering kita abaikan. Kita merasa selamat karena kita hati-hati. Kita merasa berhasil karena kita mampu. Padahal bisa jadi, kita hanya tidak tahu berapa banyak takdir buruk yang sudah dibelokkan sebelum sempat menyentuh hidup kita.

Dalam Islam, ibu disebut hingga tiga kali oleh Rasulullah SAW saat ditanya siapa yang paling berhak dihormati. Ini bukan sekadar pengulangan, tapi penegasan: ibu memiliki derajat yang tidak bisa disamakan. Ridho Allah pun bergantung pada ridho kedua orang tua.

Namun hari ini, kita justru sering terbalik. Kita sibuk mencari keberkahan ke tempat yang jauh, tapi lupa bahwa orang tua adalah “keramat” yang nyata. Kita mudah menghormati orang lain, tapi sering abai kepada ibu yang setiap hari mendoakan kita tanpa pamrih.

Ustadz Ambia Dahlan Abdullah, S.Ag, selaku Ketua Umum JAMDAL (Jaringan Mubalig Daar El Qolam La Tansa). Foto: Mantv7.com

Ustadz Ambia Dahlan Abdullah, Ketua Umum JAMDAL (Jaringan Mubalig Daar El Qolam La Tansa), menyampaikan, “Banyak anak merasa hidupnya aman karena dirinya pintar. Padahal ia tidak tahu, berapa banyak musibah yang sudah dipatahkan oleh doa ibunya. Ia berjalan tenang, sementara ibunya menangis dalam doa yang tidak pernah ia dengar.”

Beliau menambahkan, “Kalau hari ini engkau belum jatuh, jangan merasa hebat. Bisa jadi itu karena ibumu belum berhenti berdoa. Dan saat doa itu berhenti, bukan karena cintanya habis, tapi karena waktunya sudah selesai.”

Realitasnya sederhana tapi menampar: kita sering lupa menghubungi ibu, lupa bertanya kabarnya, bahkan lupa mengucapkan terima kasih. Padahal, bisa jadi keselamatan kita hari ini adalah jawaban dari doa yang ia panjatkan semalam.

Dan bagi yang sudah ditinggalkan, jangan larut dalam kesedihan yang melemahkan. Doa tidak pernah terputus oleh kematian. Kejar “keramat”-nya dengan terus mendoakan ibu, menghadiahkan amal terbaik, dan menyempatkan diri berziarah ke makamnya. Karena cinta tidak berhenti di tanah, ia tetap hidup dalam doa anak yang tidak melupakan.

Kita tidak tahu berapa banyak “nyaris” dalam hidup kita yang tidak pernah berubah menjadi “terjadi”. Kita hanya menikmati hasilnya, tanpa pernah menyadari siapa yang menjaganya dari awal.

Maka sebelum semuanya berubah menjadi penyesalan, berhentilah sejenak. Hubungi ibu. Dengarkan suaranya. Luangkan waktu. Karena kesempatan itu tidak selalu ada.

Pada akhirnya, kita tidak selalu selamat karena kita kuat. Kita selamat… karena ada ibu yang tidak pernah lelah menjaga kita lewat doa.

(OIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Enable Notifications OK No thanks