AgamaBeritaNusantaraPendidikan

Dari Sinjai ke Panggung Nasional: Suriani, Suara Jujur yang Menggetarkan Jiwa Indonesian Idol 2025

86
×

Dari Sinjai ke Panggung Nasional: Suriani, Suara Jujur yang Menggetarkan Jiwa Indonesian Idol 2025

Sebarkan artikel ini

Mantv7.com | Jakarta – Di sebuah sudut Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, lahir kisah yang tidak riuh oleh gemerlap, tetapi pelan-pelan menghujam jantung siapa pun yang mendengarnya. Namanya Suriani, seorang siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Sinjai, yang kini melangkah ke panggung Indonesian Idol 2025 bukan sekadar membawa suara, melainkan membawa hati, iman, dan kejujuran hidup.

Siapa Suriani? Ia bukan anak kota besar, bukan pula tumbuh dalam fasilitas mewah. Suriani adalah potret anak daerah yang dibesarkan dalam kesederhanaan, pendidikan madrasah, dan nilai-nilai adab. Namun justru dari kesederhanaan itulah lahir kekuatan yang tak bisa dipalsukan: ketulusan.

Apa yang membuatnya berbeda? Bukan hanya teknik vokalnya, tetapi caranya memaknai setiap momen. Ketika judges memujinya, Suriani tidak larut dalam euforia. Yang keluar dari bibirnya hanyalah kalimat pendek, namun sarat makna: “Alhamdulillah.” Saat menceritakan pengalaman pertamanya menginjakkan kaki di bandara sesuatu yang bagi banyak orang mungkin biasa ia menatap dengan mata berkaca dan berkata lirih, “Masya Allah.” Dan ketika namanya dipanggil untuk lolos ke babak selanjutnya, ia menunduk, suaranya bergetar, “Ya Allah… Alhamdulillah, terima kasih.”

Kisah ini bermula dari Sinjai, dari ruang-ruang kelas MAN 1 Sinjai, dan kini bergema di panggung nasional Indonesian Idol 2025 sebuah ruang yang biasanya dipenuhi ambisi, tetapi kali ini diisi oleh rasa syukur.

Di tengah dunia hiburan yang sering memuja ego dan popularitas, Suriani hadir sebagai pengingat sunyi: bahwa keberhasilan tidak harus mengorbankan adab, dan mimpi tidak perlu menjauhkan seseorang dari Allah. Wajahnya jujur, senyumnya tulus, dan kepolosannya terasa nyata tidak direkayasa, tidak dibuat-buat.

Ia tidak menyebut dirinya hebat. Ia tidak merasa paling pantas. Suriani hanya merasa diberi kesempatan dan kesempatan itu ia kembalikan kepada Allah dalam bentuk rasa syukur yang berulang-ulang, seolah takut jika hatinya sedikit saja lupa.

Ustadz Ambia Dahlan Abdullah, S.Ag, selaku Ketua Umum JAMDAL (Jaringan Mubalig Daar El Qolam La Tansa). Foto: Mantv7.com

Ketua Umum JAMDAL (Jaringan Mubalig Daar El Qolam La Tansa), Ustadz Ambia Dahlan Abdullah, S.Ag, turut memberikan pandangan yang menyejukkan sekaligus menggetarkan. “Suriani adalah contoh nyata bahwa suara yang keluar dari hati yang bersih akan sampai ke hati yang lain. Ia tidak hanya bernyanyi, tetapi sedang berdzikir dengan caranya sendiri. Ucapannya yang penuh ‘Alhamdulillah’ dan ‘Masya Allah’ itu bukan sekadar kata, melainkan cermin iman yang hidup,” tutur Ustadz Ambia.

Menurutnya, Suriani adalah potret generasi muda Muslim yang langka di era sekarang—berani bermimpi tinggi tanpa kehilangan rasa takut kepada Allah. “Ketika seorang anak naik ke panggung besar namun tetap menyebut nama Allah, sejatinya ia sedang berdakwah tanpa mimbar. Suriani mengajarkan kita, bahwa cahaya iman tidak pernah membuat seseorang redup justru itulah yang membuatnya bersinar,” tambahnya dengan nada syahdu.

Suriani hari ini bukan hanya milik Sinjai, bukan hanya kebanggaan MAN 1 Sinjai, tetapi menjadi harapan banyak orang tua, guru, dan pendidik bahwa anak-anak yang dibesarkan dengan adab dan doa masih mampu berdiri tegak di panggung mana pun.

Ia datang bukan untuk meninggikan diri, melainkan untuk mengingatkan: bahwa suara paling kuat di dunia ini bukan yang paling keras, tetapi yang paling jujur… yang dilantunkan dengan iman, dan dikembalikan dengan syukur.

Alhamdulillah.

(OIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Enable Notifications OK No thanks