Mantv7.com | Hari Raya Idul Adha tahun ini jatuh pada tanggal 10 Zulhijah 1447 Hijriah atau Rabu, 27 Mei 2026 Masehi. Suasana takbir, pembagian hewan kurban, dan nuansa kebersamaan kembali terasa di berbagai wilayah. Momentum tahunan ini bukan hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga pengingat penting tentang nilai pengorbanan, kepedulian sosial, dan rasa kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.
Sejak pagi hari, tanda suasana Idul Adha terlihat begitu menyeluruh. Masyarakat dari berbagai kalangan berbondong-bondong membuat ucapan selamat Hari Raya Idul Adha melalui media sosial dan berbagai platform komunikasi. Mulai dari warga biasa, tokoh masyarakat, pengusaha, hingga para pejabat terlihat seragam menyampaikan pesan kebersamaan, doa, dan harapan baik di momentum hari besar umat Islam tersebut.
Idul Adha berasal dari bahasa Arab yang berarti hari raya pengorbanan atau penyembelihan hewan kurban. Sejarahnya berakar dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS tentang ketulusan serta kepatuhan menjalankan perintah Allah SWT. Dari peristiwa itulah umat Islam belajar bahwa pengorbanan tidak selalu tentang materi, tetapi juga tentang keikhlasan hati dan kemampuan menempatkan kepentingan bersama di atas ego pribadi.

Dalam pelaksanaannya, ibadah kurban menjadi simbol berbagi kepada masyarakat, terutama fakir miskin dan lingkungan sekitar. Nilai tersebut mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak hanya dinikmati sendiri, tetapi juga harus dirasakan oleh orang lain sebagai bagian dari semangat kebersamaan dan gotong royong.
Namun di tengah perkembangan zaman dan derasnya kehidupan modern, sebagian masyarakat mulai menilai ada perubahan pola hidup yang perlahan membuat rasa empati dan kepedulian sosial semakin berkurang. Kesibukan mengejar kebutuhan hidup, pengaruh media sosial, hingga pola hidup individualis dinilai menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga nilai kebersamaan.
Fenomena aktivitas sosial yang lebih sering ditampilkan di media digital juga memunculkan perhatian publik. Meski tidak dapat digeneralisasi, sebagian masyarakat berharap semangat berbagi tetap dilakukan dengan ketulusan, bukan sekadar menjadi bagian dari tren atau kebutuhan pengakuan sosial semata.

Buyung. E, aktivis sosial Kabupaten Tangerang yang tergabung dalam YLPK PERARI Kabupaten Tangerang, menilai Idul Adha seharusnya menjadi momentum refleksi bersama agar masyarakat tidak hanya memahami ibadah secara simbolis, tetapi juga menghidupkan nilai kepedulian dalam tindakan nyata.

“Idul Adha mengajarkan bahwa manusia harus belajar ikhlas, saling membantu, dan menjaga rasa kemanusiaan. Jangan sampai semangat berbagi hanya terasa saat hari raya, sementara dalam kehidupan sehari-hari rasa peduli mulai berkurang,” ujar Buyung, Rabu (27/5/2026).
Menurutnya, tantangan sosial saat ini bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga bagaimana menjaga hubungan antarsesama agar tidak semakin renggang akibat kesibukan dan pola hidup yang terlalu fokus pada diri sendiri. Karena itu, nilai pengorbanan dalam Idul Adha dinilai tetap relevan untuk kehidupan modern saat ini.
“Yang paling penting bukan soal besar kecilnya kurban, tetapi bagaimana manusia mampu menjaga hati, menekan ego, dan tetap hadir membantu lingkungan sekitar. Sebab nilai ibadah juga tercermin dari cara memperlakukan sesama manusia,” lanjutnya.
Dalam kehidupan berbangsa, semangat kepedulian sosial dan gotong royong juga sejalan dengan nilai keadilan sosial sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945. Idul Adha pun dinilai menjadi pengingat bahwa kekuatan masyarakat lahir dari rasa kebersamaan, bukan hanya dari pencapaian pribadi semata.
Perayaan Idul Adha yang juga dikenal sebagai Lebaran Haji menjadi simbol persatuan umat tanpa membedakan status sosial maupun latar belakang. Dari momentum tersebut, masyarakat diajak kembali memahami bahwa pengorbanan sejati bukan tentang apa yang terlihat di permukaan, melainkan tentang ketulusan berbagi, menjaga empati, dan tetap memiliki hati untuk sesama di tengah kehidupan yang terus berubah.
(RED)











