Berita

Edward Syah Pernong hingga Sultan Jailolo Dijadwalkan Hadiri MEC 2026, Sumenep Jadi Titik Temu Kerajaan Nusantara

13
×

Edward Syah Pernong hingga Sultan Jailolo Dijadwalkan Hadiri MEC 2026, Sumenep Jadi Titik Temu Kerajaan Nusantara

Sebarkan artikel ini

Mantv7.com | SUMENEP — Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, bersiap menjadi titik pertemuan para tokoh adat dan kerajaan Nusantara. Sejumlah raja, sultan, pangeran, serta kerabat kerajaan dan kesultanan dari berbagai daerah di Indonesia dijadwalkan menghadiri Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026, Sabtu, 19 September 2026.

Kehadiran para tokoh tersebut akan menjadi salah satu bagian penting dalam gelaran MEC tahun ini. Mereka berasal dari berbagai wilayah Nusantara, antara lain Lampung, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta hingga Maluku Utara.

Salah satu tokoh yang dijadwalkan hadir adalah PYM SPDB Drs. Pangeran Edward Syah Pernong, S.H., M.H., Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan ke-23 dari Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak, Kepaksian Pernong, Lampung. Edward Syah Pernong juga disebut sebagai salah satu deklarator Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN).

Dari Maluku Utara, PYM Ahmad Sjah, Sultan Jailolo, dijadwalkan datang mewakili Kesultanan Jailolo, Halmahera Barat. Sementara dari Kalimantan Timur, dijadwalkan hadir PYM Adji Raden Mohammad Bakhrun, Sultan Gunung Tabur.

Perwakilan dari Cirebon juga akan turut memeriahkan acara. PYM Pangeran Handi, S.E., M.M., Raja Kaprabon XI, direncanakan hadir bersama rombongan penari dan kru. Kehadiran rombongan tersebut diharapkan semakin memperkaya pertunjukan seni dan budaya yang menjadi bagian dari MEC 2026.

Dari Sulawesi Selatan, sejumlah tokoh yang dijadwalkan hadir di antaranya YM Andi Idris Manginruru A. Idjo Daeng Buang Karaengta Katangka dari Kerajaan Gowa dan YM Andi Mardiani We Padauleng Karaeng Suginna, S.Pd., M.Pd., KaOpuan Benteng Selayar.

Selain itu, dijadwalkan hadir YM Roswati Lasimpala dari Kerajaan Gorontalo, YM Tb Suroso dari Kerabat Kesultanan Banten, serta YM KRAy.T. Roro Fitria dari Kerabat Kesultanan Yogyakarta.

Dari lingkungan Puro Pakualaman Yogyakarta, YM Dra. Hj. KRAy T. Yani WSS Kuswodijoyo, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Majelis Adat Kerajaan Nusantara, turut masuk dalam daftar tamu yang dijadwalkan hadir.

Unsur Dewan Pakar MAKN juga akan menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya YM Dr. Ir. Andi Muhammad Isradi Zainal, M.T., M.H., M.M., DESS., M.KKK., IPU dan YM RH Chandra. Turut dijadwalkan hadir YM Soni Suharsono dari DPP MAKN Bidang Revitalisasi Cagar Budaya.

Sementara dari Kesultanan Sumenep, panitia menyebut YM R. Yumei Sulistyo, Psi., M.M., MNLP sebagai salah satu tokoh yang dijadwalkan hadir. Kerajaan Bone dan Ternate Masih Dikoordinasikan

Ketua Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS), M. Hariri, mengatakan bahwa komunikasi dengan sejumlah kerajaan lainnya masih terus dilakukan menjelang pelaksanaan MEC 2026.

 “Dari Kerajaan Bone dan Kerajaan Ternate masih dalam proses koordinasi,” kata M. Hariri, Rabu (16/9/2026).

Dengan demikian, daftar tokoh kerajaan dan kesultanan yang hadir masih berpeluang bertambah hingga menjelang pelaksanaan acara. Madura Ethnic Carnival merupakan agenda tahunan yang diinisiasi Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Pada penyelenggaraan 2026, MEC mengangkat tema “Keraton Sumenep”. Tema tersebut diarahkan untuk memperkenalkan dan mengangkat kembali sejarah, kebudayaan serta identitas Keraton Sumenep melalui pertunjukan busana karnaval dan berbagai ekspresi seni.

MEC 2026 juga akan melibatkan beragam unsur masyarakat, mulai dari pegiat seni lokal, komunitas, mahasiswa hingga pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Diharapkan Perkuat Silaturahmi Kerajaan Nusantara. Kehadiran tokoh-tokoh kerajaan dari berbagai penjuru Indonesia diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Panitia ingin MEC menjadi ruang pertemuan kebudayaan sekaligus memperkuat komunikasi antarkerajaan dan masyarakat adat Nusantara.

M. Hariri berharap pertemuan di Sumenep dapat membuka ruang pertukaran pengetahuan mengenai sejarah, adat istiadat dan kekayaan kebudayaan masing-masing daerah.

“Kami berharap kehadiran para tokoh kerajaan Nusantara tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan MEC tahun ini, tetapi juga membuka ruang silaturahmi dan pertukaran pengetahuan tentang sejarah serta kebudayaan masing-masing daerah,” ujarnya.

Gelaran tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk menempatkan Sumenep sebagai salah satu ruang perjumpaan kebudayaan Nusantara. Dengan mengangkat Keraton Sumenep sebagai tema utama, MEC 2026 diharapkan mampu mempertemukan tradisi lokal Madura dengan kekayaan adat dari berbagai kerajaan dan kesultanan di Indonesia.

Kehadiran para raja, sultan, pangeran dan kerabat kerajaan dari berbagai daerah juga memberi warna tersendiri bagi MEC. Di tengah perkembangan zaman, pertemuan tersebut membawa pesan mengenai pentingnya menjaga warisan sejarah, adat, seni dan kebudayaan sebagai bagian dari kekayaan bangsa.

Madura Ethnic Carnival 2026 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 19 September 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

(RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Enable Notifications OK No thanks