Mantv7.com | Tangerang – Dalam momentum peringatan Hari Menulis Tangan Nasional yang diperingati setiap 23 Januari, masyarakat kembali diajak untuk merefleksikan makna menulis sebagai bagian penting dari proses pembentukan karakter, penguatan nalar kritis, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menulis tidak semata-mata dipahami sebagai aktivitas teknis menuangkan kata, melainkan sebagai praktik intelektual yang melibatkan daya pikir, kepekaan rasa, serta imajinasi dalam mengekspresikan pengetahuan, pengalaman, dan nilai-nilai kehidupan.
Di tengah derasnya arus digitalisasi dan komunikasi instan, budaya menulis terutama menulis tangan perlahan mulai tergerus oleh kebiasaan serba cepat dan singkat. Padahal, menulis memiliki fungsi strategis dalam melatih konsentrasi, ketelitian, serta kemampuan menyusun alur berpikir yang sistematis dan logis. Proses menulis juga membantu individu memperlambat cara berpikirnya, sehingga mampu memahami persoalan secara lebih mendalam dan proporsional.
Menulis sejatinya tidak dapat dipisahkan dari kegiatan membaca. Keduanya saling melengkapi dan membentuk siklus literasi yang berkelanjutan. Saat seseorang menulis, ia terdorong untuk membaca lebih banyak, menggali referensi, dan memahami konteks secara menyeluruh. Dari proses ini, terjadi peningkatan kapasitas diri, baik dalam hal penambahan perbendaharaan kata, pendalaman wawasan, maupun kemampuan menganalisis persoalan secara kritis dan objektif.
Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Perjuangan Anak Negeri (YLPK PERARI) Kabupaten Tangerang memandang literasi sebagai fondasi utama dalam membangun masyarakat yang cerdas, mandiri, dan berdaya. Literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis secara teknis, tetapi juga kemampuan memahami makna informasi, menilai kebenarannya, serta menyikapi dampaknya secara bertanggung jawab dalam kehidupan sosial.
Kabid Literasi dan Edukasi YLPK PERARI Kabupaten Tangerang, Widia Lestari, menegaskan bahwa menulis merupakan salah satu sarana paling efektif untuk meningkatkan kualitas diri secara berkelanjutan. “Menulis melatih kita untuk jujur pada pikiran sendiri, menyusun gagasan secara runtut, serta bertanggung jawab atas setiap informasi dan pandangan yang kita sampaikan kepada publik,” ujarnya.
Menurut Widia, kebiasaan menulis juga membentuk kedewasaan berpikir dan mengurangi kecenderungan bersikap reaktif. “Seseorang yang terbiasa menulis akan lebih tenang dalam menyikapi perbedaan, lebih kritis dalam mencerna informasi, dan lebih bijak dalam menyampaikan pendapat,” tambahnya.
Ia menilai bahwa kemampuan menulis memiliki peran strategis dalam memperkuat daya kritis masyarakat, khususnya dalam menyikapi isu-isu sosial, hukum, dan kebijakan publik. Dengan menulis, masyarakat tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menjadi subjek aktif yang menyuarakan aspirasi, kritik, serta solusi secara konstruktif dan berbasis data.
Lebih lanjut, Widia menekankan bahwa literasi merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan konsistensi dan kemauan belajar. “Tidak ada peningkatan kualitas diri yang instan. Menulis adalah bagian dari proses belajar, karena di dalamnya kita dipaksa untuk membaca ulang, berpikir ulang, dan memperbaiki cara pandang kita terhadap suatu persoalan,” jelasnya.
YLPK PERARI Kabupaten Tangerang terus mendorong agar budaya menulis kembali dibumikan, dimulai dari lingkungan keluarga, dunia pendidikan, hingga komunitas masyarakat. Bentuknya dapat dimulai dari hal sederhana, seperti catatan harian, refleksi pribadi, hingga tulisan opini yang disampaikan secara bertanggung jawab dan beretika.
Di tengah maraknya penyebaran informasi yang belum terverifikasi, kemampuan membaca kritis dan menulis menjadi benteng penting untuk menangkal disinformasi dan hoaks. Individu yang terbiasa menulis akan lebih selektif dalam menerima informasi, lebih teliti dalam memeriksa sumber, serta lebih berhati-hati sebelum menyebarkan informasi kepada orang lain.
Peringatan Hari Menulis Tangan Nasional diharapkan tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum evaluasi dan refleksi bersama. Menulis adalah alat untuk mengenali diri, memahami lingkungan sekitar, serta membangun kesadaran kolektif menuju masyarakat yang berpengetahuan, beretika, dan berdaya saing.

Sebagai penutup, Mantv7.com bersama YLPK PERARI Kabupaten Tangerang serta Law Firm Hefi Sanjaya & Partners menegaskan komitmen bersama dalam menggaungkan budaya literasi. Diharapkan melalui kebiasaan membaca dan gemar menulis, setiap individu mampu meng-upgrade kualitas dirinya, memperluas wawasan, serta berkontribusi positif dalam membangun masyarakat yang cerdas, kritis, dan berkeadilan.
(OIM)











