Mantv7.com | Lagu berjudul “Siti Mawarni Ya Incek” mendadak viral di media sosial dan menjadi sorotan publik. Lagu yang berasal dari Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara ini ramai diperbincangkan karena dinilai menyuarakan kritik sosial terhadap maraknya peredaran narkoba.
Sejumlah warganet sempat menafsirkan lirik lagu tersebut dan mengaitkan nama “Siti Mawarni” dengan sosok nyata yang diduga terkait kasus narkoba. Namun, dugaan itu akhirnya diluruskan langsung oleh pembuat lagu.
Pencipta lagu, Amin Wahyudi Harahap, menegaskan bahwa seluruh nama yang muncul dalam lagu hanyalah tokoh fiktif dan tidak merujuk pada individu sebenarnya. “Saya yang melakukan aransemen lagu Siti Fatimah jadi Siti Mawarni. Siti Mawarni itu adalah tokoh fiktif yang saya ciptakan,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).
Ia menjelaskan, perubahan nama dilakukan karena pertimbangan etika dalam penulisan lirik. “Tidak elok jika nama Siti Fatimah disandingkan dengan lirik tentang narkoba, jadi saya ubah menjadi Siti Mawarni,” tambahnya. Nama lain seperti “Yahya Solehuddin” yang disebut dalam lagu juga ditegaskan hanya bagian dari cerita rekaan.
Amin mengaku lagu tersebut dibuat sebagai bentuk keprihatinan terhadap maraknya pemberitaan narkoba di berbagai daerah di Indonesia, bukan hanya di Labuhanbatu.
Menurutnya, lagu ini merupakan pesan moral agar peredaran narkoba dapat diberantas.
Lirik Lagu “Siti Mawarni Ya Incek”
Siti Siti Mawarni ya Incek, anak Labuhanbatu
Siti Siti Mawarni ya Incek, binti Yahya Solehuddin (2x)
Kalau ada orang yang nyabu, ya Allah cepat kasih azabnya
Sabu banyak di Sumut ya Allah, bandar sabu kaya semua
Kalau yang backing sabu ya Allah, cepat cabut nyawanya
Kalau tak dimatikan ya Allah, rakyat kita rusak semua
Kalau tak dimatikan ya Allah, bandar sabu kaya semua
Selamat berpisah para saudara
Sampai bertemu di lain waktu dan masa
Jangan lupa bahagia untuk kita semua
Salam manis untuk Anda
Viralnya lagu ini menambah daftar karya musik daerah yang menjadi sorotan publik karena mengangkat isu sosial, khususnya terkait ancaman narkoba yang masih menjadi perhatian serius di masyarakat.
(RED)











