Mantv7.com | BALARAJA — Setelah resmi dibuka Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid pada Sabtu (22/8/2026), Pekan Raya Balaraja #2 kini memasuki rangkaian kemeriahan yang patut dinikmati masyarakat. Berlangsung hingga 30 Agustus 2026 di Alun-Alun Balaraja, agenda ini bukan sekadar tempat mencari hiburan, tetapi ruang bersama untuk bertemu, berkarya, berbelanja, menikmati budaya, sekaligus menghidupkan ekonomi masyarakat.
Pembukaan yang berlangsung meriah menjadi penanda bahwa Balaraja kembali memiliki ruang publik yang mempertemukan berbagai kalangan. Keluarga, anak-anak, generasi muda, pelaku UMKM, seniman, komunitas, hingga masyarakat umum dapat menikmati rangkaian kegiatan dengan suasana yang lebih dekat dan terbuka. Karena itu, setelah seremoni pembukaan berlalu, kemeriahannya justru masih panjang dan sayang untuk dilewatkan.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid sebelumnya menyampaikan bahwa Pekan Raya Balaraja bukan sekadar kegiatan hiburan dan perayaan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkenalkan seni dan budaya, sekaligus membuka ruang bagi potensi UMKM, kuliner dan kreativitas masyarakat agar semakin dikenal. Semangat itulah yang kini dapat dirasakan sepanjang rangkaian acara.
Bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana festival, bazaar, UMKM, Lembur Balaraja dan pameran tersedia setiap hari mulai 09.00 hingga 22.00 WIB sampai 30 Agustus. Inilah kesempatan untuk berjalan-jalan bersama keluarga, mencicipi kuliner, melihat produk lokal, mendukung pelaku usaha kecil, sekaligus menikmati suasana Alun-Alun Balaraja yang dipenuhi aktivitas masyarakat.
Bukan hanya urusan belanja dan hiburan, panggung musik juga menjadi daya tarik utama. Sejumlah musisi dan komunitas akan bergantian menghidupkan suasana hingga malam. Ada Jamred Tribute Jamrud, G7 Tribute Sheila on 7, Owl Jams, Siluet Tribute Dewa, Ten To Eleven, Bobrock, One Good Day, Ruma, The Kress, Esek Udug, Gally & Friends, Cakrawinata, Sultan Fraya, Say Project, Rex 4 dan sejumlah penampil lainnya.

Rangkaian musik tersebut menjadi alasan lain untuk mengajak keluarga dan sahabat datang ke Alun-Alun Balaraja. Bagi pencinta musik, panggung ini dapat menjadi tempat menikmati penampilan secara langsung. Bagi generasi muda, perhelatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kreativitas lokal memiliki ruang untuk tumbuh, tampil, dan mendapatkan apresiasi dari masyarakat.
Namun, Pekan Raya Balaraja #2 tidak berhenti pada musik. Rabu, 26 Agustus, masyarakat dapat mengikuti Sarasehan Pelestarian Budaya pada sore hari. Kegiatan ini penting karena budaya bukan sekadar pertunjukan, melainkan ingatan dan identitas yang perlu dikenalkan kepada generasi berikutnya agar tidak hilang di tengah perubahan zaman.
Kemeriahan berlanjut Kamis, 27 Agustus, melalui berbagai perlombaan untuk anak-anak dan pelajar, mulai dari mewarnai, menggambar, lukis kaligrafi, hingga lomba adzan, kemudian dilanjutkan Lomba Baca Rawi pada malam hari. Rangkaian tersebut memberi ruang kepada anak dan generasi muda untuk berani tampil, mengasah kreativitas, sekaligus belajar berkompetisi secara sehat.
Bagi masyarakat yang ingin berbagi kepedulian, Sabtu, 29 Agustus tersedia kegiatan bakti sosial berupa Terapi Qur’ani dan Donor Darah. Kehadiran kegiatan sosial ini membuat Pekan Raya Balaraja memiliki warna yang lebih lengkap: masyarakat tidak hanya datang untuk bersenang-senang, tetapi juga dapat menyisihkan waktu untuk memberikan manfaat kepada sesama.
Puncak rangkaian akan berlangsung Minggu, 30 Agustus, melalui Balaraja Berzikir dan Bershalawat mulai pukul 19.30 hingga 24.00 WIB. Penutupan bernuansa religi tersebut menjadi kesempatan untuk mengakhiri pesta rakyat dengan suasana yang lebih teduh, mempererat kebersamaan, dan mengajak masyarakat kembali mengingat bahwa kemeriahan akan terasa lebih bermakna ketika diiringi rasa syukur serta kepedulian.
Jika seluruh rangkaian dilihat sebagai satu kesatuan, Pekan Raya Balaraja #2 sebenarnya sedang menawarkan sesuatu yang lebih besar daripada panggung hiburan. Ada ekonomi yang digerakkan melalui UMKM, budaya yang diperkenalkan melalui kegiatan seni, kreativitas yang diberikan ruang melalui perlombaan, komunitas yang dipertemukan melalui musik, serta kepedulian sosial dan spiritual yang hadir dalam kegiatan kemasyarakatan.
Karena itu, yuk ramaikan Pekan Raya Balaraja #2. Ajak keluarga menikmati bazaar, dukung produk UMKM, kenalkan anak-anak pada budaya, beri apresiasi kepada musisi lokal, ikuti kegiatan sosial, dan luangkan waktu untuk menikmati berbagai agenda yang telah disiapkan. Keramaian yang tercipta bukan sekadar banyaknya orang yang datang, tetapi juga bentuk dukungan nyata terhadap kreativitas, usaha dan potensi masyarakat Balaraja.
Pada akhirnya, sebuah pesta rakyat akan terasa hidup bukan hanya karena panggungnya, tetapi karena masyarakat bersedia hadir dan menjadi bagian di dalamnya. 22–30 Agustus 2026, Alun-Alun Balaraja menanti langkah warga untuk berkumpul, berbelanja, tertawa, bernyanyi, belajar, berbagi dan merayakan kebersamaan.
Yuk datang, ramaikan, dan jadikan Pekan Raya Balaraja #2 bukan sekadar acara yang kita lihat, tetapi kenangan indah yang kita ciptakan bersama. Balaraja punya cerita, Balaraja punya karya, dan kini saatnya Balaraja merayakannya bersama!
(RED)











