Mantv7.com | BALARAJA — Hari keempat Pekan Raya Balaraja #2 pada Selasa, 25 Agustus 2026, kembali menghadirkan suasana meriah di Alun-Alun Balaraja, Kabupaten Tangerang. Setelah rangkaian pembukaan dan kemeriahan tiga hari sebelumnya, pesta rakyat yang digelar dalam rangka Milad ke-3 Balai Adat Baladraja itu terus mengajak masyarakat datang, berkumpul, menikmati hiburan sekaligus mengenal lebih dekat potensi daerahnya.
Kemeriahan hari keempat tidak hanya bertumpu pada panggung musik. Sejak rangkaian acara berlangsung, kawasan Alun-Alun Balaraja menjadi ruang pertemuan masyarakat, komunitas, pelaku UMKM, generasi muda, seniman hingga keluarga. Di tengah suasana tersebut, pengunjung dapat menikmati bazaar, produk lokal, pameran dan berbagai aktivitas yang berlangsung setiap hari hingga 30 Agustus 2026.
Konsep seperti ini membuat Pekan Raya Balaraja #2 memiliki warna tersendiri. Hiburan menjadi pintu masuk, sementara interaksi masyarakat menjadi ruh acaranya. Warga yang datang bukan hanya menjadi penonton, tetapi dapat ikut menggerakkan suasana, mengenalkan karya, membeli produk lokal, mendukung pelaku usaha dan memberi ruang bagi kreativitas anak muda untuk tampil di hadapan publik.

Memasuki hari keempat, panggung musik kembali disiapkan dengan penampilan yang cukup beragam. Efelde dijadwalkan tampil pukul 15.30 WIB, dilanjutkan Koboi Ngungsi pukul 16.00 WIB. Ketika malam mulai tiba, suasana akan berlanjut bersama Doyong & Friends pukul 19.30 WIB, MD Metal Project pukul 20.00 WIB, MD Rock Project pukul 20.30 WIB, serta Ten To Eleven pukul 21.00 WIB.
Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa panggung Pekan Raya Balaraja #2 tidak hanya memberikan tempat bagi penampil tertentu, tetapi membuka ruang bagi beragam warna musik. Dari komunitas hingga band lokal, setiap penampilan menjadi bagian dari energi kreatif yang membuat pesta rakyat terasa hidup dan dekat dengan masyarakat.
Di sisi lain, keberadaan UMKM, bazaar, Lembur Balaraja dan pameran yang berlangsung setiap hari pukul 09.00–22.00 WIB menjadi kesempatan menarik bagi pengunjung untuk tidak sekadar menikmati hiburan. Masyarakat dapat berkeliling, mengenal produk lokal, mencicipi kuliner, membeli kebutuhan atau oleh-oleh, sekaligus memberikan dukungan langsung kepada pelaku usaha yang ikut meramaikan kegiatan.
Bagi pelaku UMKM, keramaian semacam ini merupakan ruang promosi yang berharga. Pertemuan langsung dengan calon pembeli memungkinkan produk diperkenalkan melalui cerita, kualitas dan pengalaman. Sementara bagi masyarakat, memilih produk lokal bukan sekadar transaksi, melainkan bentuk sederhana untuk ikut menjaga perputaran ekonomi di lingkungan sendiri.
Pekan Raya Balaraja #2 juga memiliki agenda yang menyentuh sisi pendidikan dan kebudayaan. Setelah kegiatan Sarasehan Pelestarian Budaya pada 26 Agustus, masyarakat masih akan disuguhi berbagai perlombaan pada 27 Agustus, mulai dari mewarnai tingkat TK/PAUD, menggambar tingkat SD, lukis kaligrafi tingkat SLTP dan SLTA, lomba adzan hingga baca rawi untuk umum.

Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa pesta rakyat dapat menjadi ruang belajar yang menyenangkan. Anak-anak memperoleh kesempatan berani tampil, pelajar mengembangkan kreativitas, sementara masyarakat memiliki ruang untuk mengenal kembali nilai budaya dan tradisi. Bahwa pelestarian budaya akan lebih kuat ketika generasi muda tidak hanya diminta mengenalnya, tetapi diberi kesempatan untuk mengalami, mempraktikkan dan mengembangkannya.
Kemeriahan juga belum berakhir setelah hari keempat. Pada 28 Agustus, panggung musik kembali menghadirkan sejumlah penampil hingga G7 Tribute Sheila on 7. Kemudian 29 Agustus diramaikan Cakrawinata, Sultan Fraya, Siluet Tribute Dewa dan Owl Jams. Di sela rangkaian tersebut terdapat bakti sosial, terapi Qur’ani dan donor darah yang memberi sentuhan kepedulian kepada masyarakat.
Puncak rangkaian dijadwalkan pada Minggu, 30 Agustus 2026, melalui kegiatan Balaraja Berzikir dan Bershalawat mulai pukul 19.30 hingga 24.00 WIB. Penutup tersebut menjadi pesan bahwa sebuah pesta rakyat tidak harus berakhir dengan sorotan panggung, tetapi dapat ditutup dengan kebersamaan, refleksi dan suasana spiritual yang mempererat hubungan antarmasyarakat.
Karena itu, masyarakat Balaraja dan sekitarnya masih memiliki banyak alasan untuk datang ke Alun-Alun Balaraja. Pilih agendanya sesuai minat: menikmati musik, berburu kuliner dan produk UMKM, mendukung kreativitas anak muda, menyaksikan perlombaan, mengenal budaya atau mengikuti kegiatan sosial dan keagamaan. Pekan Raya Balaraja #2 bukan hanya tempat untuk mencari hiburan, tetapi ruang untuk mengalami sendiri bagaimana masyarakat dapat berkumpul, berkarya dan saling menguatkan.
Empat hari perjalanan telah menunjukkan bahwa kemeriahan sebuah acara bukan semata-mata diukur dari ramainya panggung, melainkan dari banyaknya senyum, pertemuan, transaksi, karya dan kepedulian yang lahir di dalamnya. Pekan Raya Balaraja #2 masih berlangsung maka jangan hanya mendengar ceritanya.
Datang, rasakan suasananya, dukung karya warga, nikmati budayanya, dan jadikan kebersamaan sebagai bagian paling indah dari pesta rakyat Balaraja.
(RED)











