Berita

RENUNGAN ISLAMI: SETIAP AKIBAT ADA SEBABNYA, JAGA HATI, KENDALIKAN NAFSU, DAN DIAMLAH DARI PERKATAAN YANG MENJERUMUSKAN

7
×

RENUNGAN ISLAMI: SETIAP AKIBAT ADA SEBABNYA, JAGA HATI, KENDALIKAN NAFSU, DAN DIAMLAH DARI PERKATAAN YANG MENJERUMUSKAN

Sebarkan artikel ini

Mantv7.com | Dalam kehidupan manusia, setiap perbuatan memiliki konsekuensi. Apa yang ditanam hari ini, suatu saat akan menjadi buah yang dipetik. Kebaikan akan membawa manfaat, sedangkan keburukan dapat menjadi sebab datangnya penyesalan.

Sebuah nasihat hikmah yang dinisbatkan kepada Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili mengingatkan manusia tentang hubungan antara sebab dan akibat dalam kehidupan:

– Rusaknya akal karena terlalu mengikuti hawa nafsu.
– Kesengsaraan karena berlebihan mencintai dunia.
– Fitnah karena kedengkian dan iri hati.
– Perpecahan karena perselisihan yang tidak diselesaikan dengan bijaksana.
– Keselamatan karena mampu menjaga lisan dan mengetahui kapan harus diam.

Hikmah tersebut sejalan dengan ajaran Islam yang mengajak manusia memperbaiki hati, mengendalikan diri, serta berhati-hati dalam berbicara dan bertindak.

1. HAWA NAFSU DAPAT MENYESATKAN AKAL DAN HATI

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

QS. Al-Jatsiyah ayat 23

أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ

Artinya:

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya?”

Ayat ini menjadi peringatan bahwa manusia tidak boleh menjadikan keinginan pribadi sebagai pedoman tertinggi dalam menjalani kehidupan. Akal sehat dan petunjuk Allah harus menjadi pegangan.

2. CINTA DUNIA SECARA BERLEBIHAN DAPAT MELALAIKAN MANUSIA

Allah SWT berfirman:

QS. Al-Hadid ayat 20

اِعْلَمُوْٓا اَنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ وَّزِيْنَةٌ وَّتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى الْاَمْوَالِ وَالْاَوْلَادِ

Artinya:

“Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan, sesuatu yang melalaikan, perhiasan, bermegah-megahan antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak.”

Ayat ini mengingatkan bahwa dunia hanyalah tempat persinggahan. Harta, jabatan, kekuasaan, dan kehormatan tidak boleh membuat manusia melupakan Allah SWT dan tanggung jawabnya kepada sesama.

3. DENGKI ADALAH PENYAKIT HATI YANG DAPAT MELAHIRKAN FITNAH

Allah SWT berfirman:

QS. Al-Falaq ayat 5

وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

Artinya:

“Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”

Kedengkian dapat membuat seseorang sulit melihat kebaikan orang lain. Bahkan, jika dibiarkan, rasa iri dapat berkembang menjadi permusuhan, fitnah, dan perpecahan.

Rasulullah SAW juga bersabda:

لَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَبَاغَضُوا

Artinya:

“Janganlah kalian saling dengki dan janganlah kalian saling membenci.”

(HR. Muslim No. 2564).

4. PERSELISIHAN DAPAT MELEMAHKAN PERSAUDARAAN

Allah SWT berfirman:

QS. Al-Anfal ayat 46

وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيْحُكُمْ

Artinya:

“Janganlah kamu berbantah-bantahan yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang.”

Islam mengajarkan bahwa perbedaan pendapat bukan alasan untuk saling menjatuhkan. Perselisihan harus diselesaikan dengan musyawarah, kesabaran, dan kebijaksanaan.

5. MENJAGA LISAN ADALAH BAGIAN DARI KESELAMATAN

Allah SWT berfirman:

QS. Qaf ayat 18

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ اِلَّا لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌ

Artinya:

“Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat.”

Ayat ini mengingatkan bahwa setiap perkataan manusia berada dalam pengawasan Allah SWT dan dicatat oleh malaikat.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

Artinya:

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.”

(HR. Bukhari No. 6018 dan Muslim No. 47).

Hadis ini bukan berarti manusia harus diam terhadap segala bentuk kezaliman. Islam tetap memerintahkan umatnya menyampaikan kebenaran. Namun, perkataan harus disampaikan dengan ilmu, adab, dan tujuan yang baik.

DIAM BUKAN BERARTI KALAH, TETAPI TAHU MENEMPATKAN DIRI

Dalam kehidupan sehari-hari, tidak semua persoalan harus dijawab dengan kemarahan. Tidak semua tuduhan harus dibalas dengan perkataan. Tidak semua perdebatan harus dimenangkan.

Ada saatnya berbicara menjadi kewajiban untuk menegakkan kebenaran. Namun, ada pula saatnya diam menjadi pilihan terbaik agar tidak terjerumus dalam dosa lisan.

Seorang muslim hendaknya mampu membedakan antara diam karena kebijaksanaan dan diam yang justru membiarkan kemungkaran.

PENUTUP: PERBAIKI SEBABNYA SEBELUM MENYESALI AKIBATNYA

Hidup mengajarkan bahwa manusia harus lebih dahulu memperbaiki dirinya sebelum sibuk menilai kesalahan orang lain.

Jagalah hati dari kedengkian, jagalah pikiran dari hawa nafsu, jagalah kehidupan dari kecintaan dunia yang berlebihan, dan jagalah lisan dari perkataan yang menyakiti sesama.

Sebab, keselamatan bukan hanya tentang terhindar dari musibah, tetapi juga tentang kemampuan menjaga diri agar tidak menjadi sumber keburukan bagi orang lain.

Ingatlah: Tidak semua yang kita pikirkan harus diucapkan. Tidak semua yang kita dengar harus disebarkan. Dan tidak semua yang kita ketahui harus dijadikan bahan perdebatan.

Semoga Allah SWT membersihkan hati kita, menjaga lisan kita, meluruskan niat kita, serta memberikan keselamatan di dunia dan akhirat.

Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Mantv7.com — Menyampaikan Informasi, Menebarkan Kebaikan, dan Menjaga Nilai-Nilai Kemanusiaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Enable Notifications OK No thanks