BeritaKabupaten

PPBNI Satria Banten Kabupaten Tangerang Bentuk Kepengurusan Baru 2026–2031, H. Saleh Siap Bangkitkan Marwah Organisasi dan Perkuat Soliditas

15
×

PPBNI Satria Banten Kabupaten Tangerang Bentuk Kepengurusan Baru 2026–2031, H. Saleh Siap Bangkitkan Marwah Organisasi dan Perkuat Soliditas

Sebarkan artikel ini

Mantv7.com | TANGERANG — Organisasi Patriot Pemersatu Banten Nasional Indonesia (PPBNI) atau Satria Banten Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Tangerang mulai menata kembali arah perjuangan dan konsolidasi organisasi melalui pembentukan kepengurusan baru masa bakti 2026–2031.

Dalam penyusunan kepengurusan tersebut, H. Saleh dipercaya memimpin DPC PPBNI Satria Banten Kabupaten Tangerang, menggantikan ketua sebelumnya, Ary As’ari Marnan.

Rapat pembentukan dan penyusunan struktur kepengurusan berlangsung di Rumah Makan Istana Manceuri, Jalan Raya Serang KM 23, Cibadak, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten. Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat soliditas internal sekaligus membangun kembali eksistensi organisasi di tengah masyarakat.

 

H. Saleh berharap kepengurusan yang dibentuk dapat diterima seluruh elemen organisasi dan menjadi langkah awal kebangkitan PPBNI Satria Banten di Kabupaten Tangerang.

“Bisa diterima oleh kita semua, dan saya berharap PPBNI bisa maju lagi seperti dulu,” ujar H. Saleh.

Ia juga mengingatkan bahwa seluruh jajaran pengurus harus menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjaga kebersamaan, serta menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi.

Sementara itu, Deby Yusuf Ardabili, S.Pd.I., selaku sekretaris, membacakan rancangan struktur kepengurusan baru yang mencakup unsur pelindung, pembina, penasihat, majelis pertimbangan organisasi, dewan kehormatan, pengurus harian, bidang-bidang, hingga satuan tugas (Satgas).

Dalam rancangan kepengurusan masa bakti 2026–2031, H. Saleh ditetapkan sebagai Ketua DPC PPBNI Satria Banten Kabupaten Tangerang.

Susunan Pengurus Harian:

  • Ketua: H. Saleh
  • Wakil Ketua I: Saepul Anwar
  • Wakil Ketua II: H. Iday Hidayatulloh
  • Wakil Ketua III: M. Suprin
  • Wakil Ketua IV: M. Dauf Abdul Hamid
  • Wakil Ketua V: Dedi Irawan, S.H.
  • Sekretaris: Deby Yusuf Ardabili, S.Pd.I.
  • Wakil Sekretaris I: Hendi Sunandar
  • Bendahara: Rachmad Yusuf Agus Theo Riadi
  • Wakil Bendahara I: Dede Heriyanto, S.T.
  • Wakil Bendahara II: Lailatul Fajar Mubarok

Dewan Pelindung:

Bupati Kabupaten Tangerang, Kapolresta Tangerang, Dandim 0510 Tigaraksa, Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang, serta Ketua DPRD Kabupaten Tangerang.

Dewan Pembina:

Ary As’ari Marnan (Ketua merangkap anggota), H. Mohammad Ali, S.H., H. Aenillah Syarif, S.H., H. Dian Nadirsyah, dan H. Arifin.

Dewan Penasihat:

Taha Haji Musa, S.H., Drs. Adung Abdul Haris, Heroica Budi, Sudirman Indra, Erwan Sunawijaya, M. Rasulan, S.H., Herni Susilawati, H. Alfat Abdul Fatah, S.H.I., dan Imasihi KZ.

Dewan Kehormatan:

Ony Mahyani A.R., Nurman, S.H., H. Deni Handriyadi, S.H., Deden Umardani, H. Ahmad Hidayat, S.Pd., Haris Mansyur, H. Dedi Suhendi, S.E., Ir. Bun Joi Phiau, Sudirman Indra, Dudin Sasmita, Hj. Ely Nuraeni, Hj. Aida Ratu Pantura, H. Embay, Yakub Ikraman, Anneh Charoline Hayati, H. Yayan Mulyana, B.A., Rohadi Djarot, Ali Makbud, Kurais Obama, S.H., Soleh Afif, dan Sukardin.

Bidang-Bidang Organisasi:

  1. Bidang Hukum, HAM dan Perundang-undangan: Dede Mukromin, S.H., Jefri, S.H., Lastory Gaja, S.H., Ikhwan Juliana, S.H., dan Asep Supriatna, S.H.
  2. Bidang Birokrasi Pemerintah dan Hubungan Antar Lembaga: Syafe’i Subur, Ubaedillah, dan Ujang Arjuna.
  3. Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK): Opang/Ipay Fauzi, Han-Han Soemantri, dan Abdul Kohar.
  4. Bidang Penelitian dan Pengembangan Organisasi (Litbang): Sutarman, S.H., H. Suherman, dan Saniman.
  5. Bidang Pertahanan dan Keamanan (Hankam): Nanang, Yusri Al Parofa, Suhendra Dono, Madsuri, dan Mus Alor.
  6. Bidang Pendidikan dan Latihan (Diklat), Pengembangan SDM dan Sektor Informal: Amaludin, S.T., Suherman, dan Nurjaya.
  7. Bidang Kepemudaan, Olahraga dan Organisasi: Akew, Iwan Hermawan, dan Asep Saepudin.
  8. Bidang Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi: Endang Susilo dan Maria.
  9. Bidang Hubungan Antar Lembaga Kemitraan Swasta: H. Soleh, Andri Pangestu, Mulman, dan Apud Mahpud.
  10. Bidang Media dan Investigasi: S. Eman/Daeng, Abdul Rohim, Napoleon Juliansyah, dan Ferdinandus Gunanta Barus.
  11. Bidang Sosial Politik: Andi Paringgonan, Wadi, dan Sukirman.
  12. Bidang Hubungan Masyarakat (Humas): Imam Kahfiansyah, S.Kom., Bambang Sukoco, Ujang Nurjan (Rafhael), Pian, dan Haerus Salam.
  13. Bidang Seni dan Budaya: Bagus Bajeng Prastitis, Yuli Indrajid, dan Ana Novita.
  14. Bidang Kerukunan Umat Beragama: Hasan Basri, S.Ag., dan Haerudin.
  15. Bidang Kesehatan, Bencana Alam, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Perempuan: Chicy Mulyawati, Umdah Tussolihah, Fitriani, Jajah, Rehana, dan Rosita.
  16. Bidang Pengembangan Sarana Prasarana, Jaringan Kemitraan Industri, Perburuhan, Transportasi dan Corporate Social Responsibility (CSR): Deden Wahyudin.
  17. Bidang Database Administrasi Kesekretariatan: Abdul Haris Jamil.

Adapun Satuan Tugas (Satgas) dipercayakan kepada Jaweni sebagai Komandan Satgas, Rohana/Alex sebagai Wakil Komandan Satgas, serta Firalamsyah/Oyong dan Maman Suryaman sebagai anggota.

Dalam kesempatan yang sama, Ony Mahyani A.R. selaku Dewan Kehormatan menyampaikan ucapan selamat kepada H. Saleh atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin organisasi.

Ia menegaskan bahwa Kabupaten Tangerang memiliki sejarah penting dalam perjalanan PPBNI Satria Banten. Karena itu, organisasi diharapkan mampu bangkit, memperkuat jati diri, serta menjaga kehormatan dan marwahnya.

“Tangerang harus bangkit, karena inisiator Kabupaten Tangerang,” ungkapnya.

Ony juga menyampaikan bahwa kualitas seorang kader maupun pengurus tidak semata-mata ditentukan oleh senioritas atau kepintaran, melainkan oleh kemampuan menjaga kehormatan dan tanggung jawab.

“Pemain yang baik bukan pemain yang senior, pemain yang baik bukan pemain yang pintar, tetapi pemain yang baik adalah yang bisa menjaga kehormatan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa organisasi membutuhkan orang-orang yang memiliki kecerdasan berpikir, visi, serta kemampuan memahami tugas dan fungsi masing-masing.

Menurutnya, organisasi dapat diibaratkan seperti tubuh manusia yang terdiri atas kepala, mulut, tangan, dan kaki. Seluruh bagian memiliki fungsi berbeda, tetapi saling membutuhkan dan tidak dapat berjalan sendiri-sendiri.

“Organisasi itu ibarat tubuh. Ada mulut, ada tangan, ada kepala, ada kaki. Tidak bisa mulut ingin makan tanpa bantuan tangan. Artinya, seluruh bagian harus berjalan bersama sesuai fungsi masing-masing,” jelasnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan organisasi tidak hanya terletak pada figur ketua, melainkan pada kesatuan langkah seluruh jajaran pengurus.

Sementara itu, Billy turut mengingatkan pentingnya kehadiran seluruh pengurus dalam setiap agenda rapat organisasi. Menurutnya, pertemuan rutin diperlukan agar setiap anggota saling mengenal, memahami jajaran kepengurusan, serta membangun komunikasi yang lebih solid.

Kehadiran dalam rapat juga dinilai penting untuk mendukung proses pengenalan dan penataan kader agar organisasi dapat berjalan lebih terarah dan selektif.

Di sisi lain, H. Saleh kembali menegaskan pentingnya sejarah kelahiran PPBNI Satria Banten yang menurutnya berawal dari Kabupaten Tangerang.

“Lahirnya PPBNI itu di Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut dari rapat pembentukan tersebut, H. Saleh menyampaikan bahwa pihaknya akan kembali menggelar pertemuan pada pekan berikutnya. Undangan rapat direncanakan mulai disiapkan untuk membahas dan menetapkan hasil penyusunan kepengurusan yang telah dirumuskan.

“Minggu besok kita akan buatkan undangan untuk rapat kembali untuk menetapkan hasil kepengurusan hari ini,” tutupnya.

Pembentukan kepengurusan baru ini diharapkan tidak berhenti sebatas penyusunan nama dan jabatan. Lebih dari itu, susunan organisasi tersebut harus menjadi fondasi bagi penguatan konsolidasi, peningkatan kualitas kaderisasi, serta kontribusi nyata PPBNI Satria Banten bagi masyarakat Kabupaten Tangerang.

Sebab, organisasi yang besar bukan hanya diukur dari banyaknya pengurus atau panjangnya struktur jabatan, melainkan dari soliditas, integritas, kedisiplinan, dan kerja nyata seluruh anggotanya dalam menjaga kehormatan organisasi.

(RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Enable Notifications OK No thanks