Mantv7.com Desa Saga — Sebuah proyek pembangunan saluran air di wilayah Perum Permata, RT 10/01 Blok D2 No.05, Desa Saga, menuai kritik dari warga. Proyek tersebut diduga mengabaikan standar keselamatan kerja karena para pekerja terlihat tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai.
Berdasarkan pantauan di lapangan, salah satu pekerja mengalami kecelakaan kerja saat melakukan aktivitas di area proyek, tepatnya di sekitar plipis mata saluran air. Insiden tersebut menimbulkan kekhawatiran warga sekitar terkait keselamatan para pekerja maupun dampak pekerjaan terhadap lingkungan pemukiman.
Selain tidak digunakannya APD, di lokasi proyek juga tidak ditemukan papan informasi proyek. Ketiadaan papan informasi tersebut dinilai melanggar prinsip transparansi, karena masyarakat tidak mengetahui secara jelas pelaksana proyek, sumber anggaran, maupun jangka waktu pekerjaan.
Dampak dari pekerjaan proyek tersebut juga dirasakan oleh warga sekitar. Salah satu warga, Bapak Iin, mengeluhkan dinding pondasi rumahnya mengalami ambles yang diduga akibat aktivitas penggalian dan pengerjaan saluran air yang dilakukan terlalu dekat dengan bangunan rumah warga.
“Sebelum ada proyek, kondisi rumah saya baik-baik saja. Setelah pengerjaan berlangsung, pondasi dinding rumah jadi ambles,” ujar Bapak Iin saat ditemui.
Saya bisa saja memperbaiki tapi pastil akan percuma jika proyek belum selesai pasti akan terkena dampak kembali “tambahnya
Warga berharap pihak pelaksana proyek dan instansi terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh, baik dari sisi keselamatan kerja maupun dampak terhadap bangunan warga. Mereka juga mendesak agar pelaksana proyek mematuhi aturan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) serta memasang papan informasi proyek sebagai bentuk tanggung jawab kepada publik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait mengenai insiden kecelakaan kerja dan keluhan warga tersebut.
(Dedy)











