Mantv7.com | Menjelang pergantian tahun, Mantv7.com bersama mitra strategisnya, Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Perjuangan Anak Negeri (YLPK PERARI), dan mitra hukum sekaligus pendamping hukum dari Law Firm Hefi Sanjaya And Partners, mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan refleksi dan menanamkan harapan positif menyambut tahun 2026.

Di tengah gemerlap perayaan akhir tahun, ada kesunyian pilu yang menyelimuti beberapa daerah di Sumatera Barat, Sumatera Utara, Aceh, dan sejumlah wilayah Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa. Banyak saudara kita masih menghadapi luka yang tak terlihat, getir yang tersimpan, dan air mata yang dipendam dalam diam.
Mereka berjuang memulihkan tempat tinggal, hidup kembali dengan layak, dan mengatasi kesulitan sosial-ekonomi yang menimpa mereka. Dugaan dan indikasi berbagai hambatan di lapangan mengingatkan kita bahwa solidaritas tidak bisa ditunda, bahkan di tengah perayaan.

Fenomena bencana alam, banjir, longsor, dan kondisi sosial-ekonomi yang berat membuat pergantian tahun terasa berbeda bagi mereka. Sedangkan kita yang menikmati pesta dan kembang api harus mampu menyeimbangkan sukacita dengan empati.
Oleh karena itu, Mantv7.com, YLPK PERARI, dan Law Firm Hefi Sanjaya And Partners mengajak seluruh masyarakat untuk: beristighasah bersama, memanjatkan doa bagi keselamatan dan ketabahan saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk mengurangi perayaan berlebihan, agar fokus tetap pada kepedulian sosial dan berbagi kebaikan. Kesadaran akan penderitaan sesama harus menjadi bagian dari refleksi batin kita.
Lebih jauh, ajakan ini menekankan pentingnya menanam harapan dan inovasi untuk 2026, dengan semangat membangun negeri yang lebih tangguh, adil, dan peduli terhadap sesama. Harapan itu lahir dari doa, kepedulian, dan aksi nyata yang bersinergi dengan hukum sosial.

Ketua YLPK PERARI, HeFi Irawan, S.H., M.H., menyampaikan, “Akhir tahun adalah waktu tepat untuk merenung, bersyukur, dan memperkuat empati kita. Jangan hanya merayakan, tetapi ingat selalu mereka yang sedang berjuang di tengah kesulitan. Doa dan dukungan kita sangat berarti.”

Donny Putra T, S.H., aktivis hukum dari Kabupaten Tangerang sekaligus advokat dari Law Firm Hefi Sanjaya And Partners, menambahkan perspektif hukum sosial: “Kita diingatkan bahwa di balik gemerlap pesta, masih ada jeritan tanpa suara. Dugaan ketidakadilan atau hambatan sosial yang dihadapi masyarakat terdampak bencana harus disikapi dengan peduli sekaligus berbasis hukum sosial. Mari bersama menyalurkan kepedulian, doa, dan bantuan nyata.”
Sementara itu, Hefi Sanjaya, S.H., M.H., menekankan pentingnya solidaritas: “Sebagai pendamping hukum masyarakat, kami mengingatkan pentingnya menjaga kepedulian, terutama bagi korban bencana dan masyarakat yang tertinggal aksesnya. Refleksi akhir tahun harus dibarengi dengan aksi nyata untuk membantu sesama.”
Dengan alur yang mengikat dari kesunyian pilu hingga harapan baru, narasi ini ingin menekankan bahwa pesta dan gemerlap perayaan tidak boleh menutupi rasa kemanusiaan. Setiap doa, kepedulian, dan aksi nyata menjadi bagian dari membangun hidup kembali yang layak bagi saudara-saudara yang masih berjuang.
Mantv7.com berharap masyarakat Indonesia dapat menyambut 2026 dengan penuh kesadaran, harapan, dan empati, meneguhkan komitmen untuk peduli terhadap sesama, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya refleksi sosial-hukum.
Mari bersama, dalam hening dan refleksi, kita tutup 2025 dengan kepedulian dan membuka 2026 dengan harapan yang tulus serta aksi sosial-hukum yang nyata.
(OIM)











