Mantv7.com | Ramadhan hari ke-12 adalah momentum ketika iman tidak hanya diuji dalam ibadah pribadi, tetapi juga dalam kepedulian terhadap orang-orang terdekat. Allah berfirman, “Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia” (QS. Al-Baqarah: 185). Petunjuk ini mengajarkan bukan hanya hubungan dengan Allah, tetapi juga bagaimana seorang hamba memuliakan keluarganya, terutama orang tua dan saudara sedarah yang menjadi sebab keberadaan dan kekuatan hidupnya.
Di bulan penuh rahmat ini, umat Islam berbondong-bondong berbagi takjil, sedekah, dan bantuan kepada sesama. Ini adalah amal mulia yang dijanjikan balasan besar oleh Allah, sebagaimana firman-Nya, “Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir” (QS. Al-Baqarah: 261). Namun Al-Qur’an juga memberikan tuntunan yang jelas bahwa berbagi memiliki prioritas, agar keberkahan itu benar-benar sampai pada tempat yang paling berhak menerimanya.

Allah menegaskan dengan penuh hikmah, “Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka infakkan. Katakanlah: apa saja yang kamu infakkan hendaklah diberikan kepada kedua orang tua dan kerabat” (QS. Al-Baqarah: 215). Ayat ini menjadi dasar edukasi bahwa orang tua, kakak, dan adik kandung adalah lingkaran pertama kebaikan. Mereka bukan sekadar keluarga, tetapi amanah yang Allah titipkan untuk dijaga, dihormati, dan diperhatikan.

Ketua Umum JAMDAL (Jaringan Mubalig Daar El Qolam La Tansa), Ustadz Ambia Dahlan Abdullah, S.Ag, menyampaikan bahwa Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memperbaiki hubungan dengan keluarga. “Allah memerintahkan, ‘Dan rendahkanlah dirimu terhadap kedua orang tuamu dengan penuh kasih sayang’ (QS. Al-Isra: 24). Ini bukan hanya perintah akhlak, tetapi perintah ibadah. Memuliakan orang tua adalah jalan terbukanya keberkahan dan keselamatan hidup,” jelas beliau.
Edukasi ini mengingatkan bahwa sedekah kepada keluarga memiliki nilai yang sangat tinggi, karena mengandung dua kebaikan sekaligus: membantu dan menjaga silaturahmi. Ketika seseorang membantu orang tuanya, meringankan beban saudaranya, atau menghadirkan kebahagiaan dalam keluarganya, ia sedang menjalankan perintah Allah secara nyata, bukan sekadar simbolik.
Ramadhan juga menjadi waktu untuk menyadari bahwa keberhasilan dan rezeki bukan semata hasil usaha pribadi. Allah berfirman, “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu” (QS. Luqman: 14). Ayat ini menunjukkan bahwa syukur kepada Allah tidak terpisah dari bakti kepada orang tua. Dalam ridha orang tua, terdapat ridha Allah, dan dalam perhatian kepada keluarga, terdapat perlindungan Allah.
Sering kali manusia tergerak membantu yang jauh karena terlihat, tetapi lupa bahwa yang dekat lebih membutuhkan perhatian hati. Padahal Islam mengajarkan keseimbangan, agar kebaikan dimulai dari lingkaran terdekat. Ketika keluarga kuat, maka masyarakat pun akan kuat. Ketika orang tua dimuliakan, maka keberkahan akan turun dalam kehidupan.
Ramadhan hari ke-12 adalah waktu terbaik untuk bertanya kepada diri sendiri: sudahkah keberkahan yang Allah titipkan mengalir kepada orang tua dan saudara sedarah kita? Karena sesungguhnya, perhatian kepada mereka bukan hanya bentuk kasih sayang, tetapi bentuk ketaatan kepada Allah dan pengamalan nyata dari petunjuk Al-Qur’an.
Pada akhirnya, Ramadhan mengajarkan bahwa berbagi bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang memahami siapa yang paling berhak menerima. Ketika seseorang memuliakan orang tuanya dan menjaga keluarganya, ia bukan hanya membangun kebahagiaan dunia, tetapi juga sedang menanam bekal keselamatan untuk akhirat.
(RED)











