AgamaBerita

Ramadhan Hari Ke-12: Saat Manusia Kehilangan Arah, Al Quran Turun Menjadi Jawaban Yang Tak Terbantahkan

58
×

Ramadhan Hari Ke-12: Saat Manusia Kehilangan Arah, Al Quran Turun Menjadi Jawaban Yang Tak Terbantahkan

Sebarkan artikel ini

Mantv7.com | Ramadhan hari ke-12 membawa umat semakin dekat pada peristiwa agung Nuzulul Qur’an, momentum ketika Allah menurunkan cahaya untuk membimbing manusia keluar dari gelapnya kebingungan hidup. Allah berfirman, “Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia” (QS. Al-Baqarah: 185). Ayat ini menegaskan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar bacaan ritual, tetapi petunjuk nyata bagi setiap langkah, setiap keputusan, dan setiap harapan manusia yang ingin selamat dunia dan akhirat.

Realitas hari ini menunjukkan kemajuan manusia tidak selalu berbanding lurus dengan ketenangan jiwanya. Banyak yang kuat secara materi, namun rapuh secara batin. Allah telah mengingatkan dengan tegas, “Barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka baginya kehidupan yang sempit” (QS. Thaha: 124). Ini bukan ancaman, melainkan peringatan penuh kasih sayang, bahwa menjauh dari Al-Qur’an berarti menjauh dari sumber ketenangan yang sejati.

Keagungan Al-Qur’an semakin nyata karena keasliannya tetap terjaga sejak pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad hingga hari ini. Allah sendiri menjamin, “Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al-Qur’an dan Kami pula yang menjaganya” (QS. Al-Hijr: 9). Di tengah dunia yang terus berubah, Al-Qur’an tetap utuh, menjadi bukti bahwa petunjuk Allah tidak pernah usang dan selalu relevan menjawab setiap zaman.

Ustadz Ambia Dahlan Abdullah, S.Ag, selaku Ketua Umum JAMDAL (Jaringan Mubalig Daar El Qolam La Tansa). Foto: Mantv7.com

Ketua Umum JAMDAL (Jaringan Mubalig Daar El Qolam La Tansa), Ustadz Ambia Dahlan Abdullah, S.Ag, menyampaikan bahwa Ramadhan adalah momentum kebangkitan ruhani. “Allah telah menegaskan, ‘Sungguh telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab yang jelas’ (QS. Al-Ma’idah: 15). Cahaya itu adalah Al-Qur’an. Siapa yang mendekatinya akan mendapatkan arah, dan siapa yang menjauhinya akan berjalan dalam keraguan,” tegas beliau.

Beliau menambahkan, Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca dengan lisan, tetapi untuk menghidupkan hati dan membimbing tindakan. Allah berfirman, “Kitab yang Kami turunkan ini penuh berkah agar mereka mentadabburi ayat-ayatnya dan agar orang berakal mengambil pelajaran” (QS. Shad: 29). Ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an adalah pedoman praktis yang membentuk cara berpikir, cara bersikap, dan cara menjalani kehidupan dengan penuh keberkahan.

Ramadhan dan peristiwa Nuzulul Qur’an menjadi pengingat bahwa Al-Qur’an adalah solusi nyata bagi setiap persoalan. Ketika manusia gelisah, Al-Qur’an menenangkan. Ketika manusia bingung, Al-Qur’an memberi arah. Allah berfirman, “Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk ke jalan yang paling lurus” (QS. Al-Isra: 9). Tidak ada jalan yang lebih aman selain jalan yang diterangi wahyu-Nya.

Lebih dari itu, Al-Qur’an membentuk kekuatan batin yang tidak bisa dihancurkan oleh keadaan. Allah menegaskan, “Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai” (QS. Ali Imran: 103). Tali Allah itu adalah Al-Qur’an, penghubung antara kelemahan manusia dengan kekuatan pertolongan Allah yang tidak terbatas.

Ramadhan hari ke-12 ini menjadi momen muhasabah yang nyata. Allah bertanya, “Maka apakah mereka tidak mentadabburi Al-Qur’an, ataukah hati mereka telah terkunci?” (QS. Muhammad: 24). Pertanyaan ini menggugah kesadaran bahwa kebangkitan hidup dimulai dari kedekatan dengan Al-Qur’an, bukan sekadar membacanya, tetapi menjadikannya pedoman yang hidup dalam setiap keputusan.

Menjelang Nuzulul Qur’an, pesan ini menjadi semakin jelas: Al-Qur’an adalah cahaya yang tidak pernah padam. Allah berfirman, “Telah datang kepadamu cahaya dan kitab yang menerangkan” (QS. Al-Ma’idah: 15). Ramadhan adalah undangan, dan Al-Qur’an adalah jalan pulang. Siapa yang kembali kepadanya akan menemukan arah, kekuatan, dan ketenangan yang selama ini dicari.

(OIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Enable Notifications OK No thanks