Mantv7.com | Langit senja pelan-pelan meredup, seakan ikut paham bahwa perpisahan itu sudah di depan mata. Bulan suci yang kita tunggu dengan penuh rindu, kini mulai menjauh, meninggalkan rasa hangat yang sulit dijelaskan. Dan ketika itu terasa, kita pun sadar bahwa Ramadhan memang sedang pergi membawa rahmat, ampunan, dan keberkahan yang mungkin belum kita manfaatkan sepenuhnya. Ada rasa kosong yang muncul, meski kita sendiri sulit mengakuinya.
Menurut Ustadz Ambia Dahlan Abdullah, S.Ag, perpisahan Ramadhan adalah saat untuk merenungkan amal dan ibadah yang telah dilakukan. Ia mengingatkan, setiap doa, tarawih, dan sedekah yang tulus akan tetap menjadi bekal dan cahaya bagi kita sepanjang tahun.

Beliau juga menekankan, momen menjelang Idul Fitri adalah waktu untuk memperkuat niat dan hati. “Saat Ramadhan pergi, gunakan kesempatan ini untuk terus berdoa, berbuat baik, dan menjaga amal yang sudah dimulai, agar menjadi bekal menghadapi hari-hari berikutnya,” ujar Ustadz Ambia.
Dari situ, hati mulai bertanya jujur: sudahkah kita benar-benar memaksimalkan setiap detiknya? Atau jangan-jangan kita hanya menjalani, tanpa benar-benar merasakan arti kehadirannya?
Padahal kalau dipikir, Ramadhan datang untuk semua. Tidak pilih siapa-siapa. Ia membuka pintu ampunan, memberi kesempatan untuk berubah, dan mengajak kita kembali mendekat kepada Allah.
Tapi kenyataannya, waktu terasa cepat sekali berlalu. Tiba-tiba sudah di ujung. Seakan belum sempat memperbaiki yang kurang, Ramadhan sudah hampir selesai.

Lalu pelan-pelan suasana itu mulai hilang. Malam yang biasanya ramai dengan doa, kini terasa lebih sunyi. Suara tarawih yang dulu sering terdengar, kini mulai jarang.
Di titik itu, kita benar-benar sadar… Ramadhan pergi lagi. Ia meninggalkan kenangan yang indah, tapi juga meninggalkan rasa rindu yang diam-diam terasa dalam.
Walaupun begitu, kita tetap punya harapan. Harapan sederhana, semoga masih diberi kesempatan untuk bertemu lagi di tahun depan, dalam keadaan yang lebih baik.
Karena itu, doa pun jadi satu-satunya yang bisa kita pegang. Ya Allah, terimalah ibadah kami walaupun masih banyak kekurangan. Ampuni dosa-dosa kami yang mungkin belum sempat kami perbaiki.
Dan kalau Engkau masih beri umur panjang, pertemukan kami lagi dengan Ramadhan berikutnya. Jadikan kami lebih siap, lebih serius, dan lebih sungguh-sungguh menjalaninya.
Akhirnya, saat Ramadhan benar-benar pergi, tibalah Hari Raya Idul Fitri 2026 yang bertepatan dengan 1 Syawal 1447 Hijriah. Hari untuk kembali, saling memaafkan, dan memulai lagi dengan hati yang lebih bersih.

Minal aidhin wal faidzhin, mohon maaf lahir dan batin dari YLPK PERARI, Mantv7.com dan LAW FIRM HEFI SANJAYA AND PARTNERS.
(RED)











