Berita

Festival Bulan Bung Karno 2026 Hadirkan Konsultasi Hukum Gratis sebagai Wujud Politik Melayani, Membangun Kesadaran dan Keadilan Masyarakat Indonesia

52
×

Festival Bulan Bung Karno 2026 Hadirkan Konsultasi Hukum Gratis sebagai Wujud Politik Melayani, Membangun Kesadaran dan Keadilan Masyarakat Indonesia

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi gambar yang memperlihatkan topik narasi rilisan berita, penuh dengan rasa kemaslahatan masyarakat demi menegakkan keadilan. (Foto: Mantv7.com)

Mantv7.com | Tangerang – Semangat perjuangan Bung Karno tidak cukup dikenang melalui seremoni, tetapi harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat. Gagasan itulah yang diwujudkan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang melalui Festival Bulan Bung Karno 2026 yang digelar di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang, Jalan Baru Pemda Tigaraksa, Minggu (28/6/2026). Mengusung semangat gotong royong dan pelayanan publik, festival ini menghadirkan berbagai kegiatan sosial, kesehatan, lingkungan, serta layanan konsultasi hukum gratis sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus penguatan nilai-nilai kebangsaan.

Sejak pagi, ribuan warga memadati lokasi kegiatan dengan antusias mengikuti Soekarno Fun Walk, aksi penanaman pohon, donor darah, pembukaan Pos Bantuan Hukum (Posbakum), istigasah, hingga santunan bagi anak yatim. Seluruh rangkaian kegiatan diselenggarakan tanpa dipungut biaya sehingga dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kehadiran lebih dari seribu peserta menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya membutuhkan ruang untuk berkumpul, tetapi juga menginginkan kegiatan yang mampu menghadirkan manfaat nyata, memperkuat solidaritas sosial, sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan bersama.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang, H. Irvansyah Asmat, menegaskan bahwa Festival Bulan Bung Karno merupakan implementasi nilai-nilai perjuangan yang diwariskan oleh Proklamator Republik Indonesia. Menurutnya, politik akan memperoleh kepercayaan publik apabila mampu diwujudkan dalam bentuk pelayanan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Karena itu, kegiatan yang diselenggarakan tidak berhenti pada simbol atau peringatan, melainkan menghadirkan solusi konkret melalui pelayanan kesehatan, kepedulian lingkungan, bantuan sosial, dan pendampingan hukum.
Salah satu program yang paling mendapat perhatian adalah layanan konsultasi hukum gratis melalui Posbakum. Kehadiran layanan ini menjadi jawaban atas masih banyaknya masyarakat yang menghadapi persoalan hukum, namun belum memahami hak-haknya atau terkendala biaya untuk memperoleh pendampingan.

Padahal, literasi hukum merupakan bekal penting agar masyarakat mampu mengambil keputusan secara bijaksana, melindungi hak-haknya, menghindari praktik penipuan, serta menyelesaikan persoalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Semakin tinggi kesadaran hukum masyarakat, semakin kuat pula fondasi terciptanya kehidupan yang tertib, adil, dan harmonis.

Kuasa Hukum DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang, Heafi Irawan, S.H., M.H., menjelaskan bahwa seluruh biaya konsultasi ditanggung oleh DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Selama kegiatan berlangsung, masyarakat memanfaatkan layanan tersebut untuk berkonsultasi mengenai berbagai persoalan, mulai dari pinjaman online, sengketa perdata, hingga Perselisihan Hubungan Industrial (PHI).

Tingginya antusiasme warga membuktikan bahwa akses terhadap bantuan hukum masih menjadi kebutuhan penting yang harus terus diperluas agar keadilan dapat dirasakan oleh semua kalangan tanpa terkecuali.
Festival Bulan Bung Karno 2026 akhirnya meninggalkan pesan yang jauh lebih bermakna daripada sekadar rangkaian acara tahunan.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa nilai perjuangan akan tetap hidup ketika diwujudkan dalam aksi nyata yang menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Setiap langkah kaki dalam jalan sehat, setiap pohon yang ditanam, setiap tetes darah yang didonorkan, hingga setiap konsultasi hukum yang diberikan merupakan investasi sosial untuk masa depan yang lebih baik.

Ketika pelayanan menjadi budaya, kepedulian menjadi kebiasaan, dan keadilan semakin mudah diakses, maka cita-cita mewujudkan Indonesia yang lebih beradab, sejahtera, dan berkeadilan sosial bukan lagi sekadar harapan, melainkan kenyataan yang dibangun bersama melalui tindakan sederhana yang memberi manfaat besar bagi sesama.

(RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Enable Notifications OK No thanks