BeritaKabupatenPemerintahan

Miris! ​Proyek Paving Blok Tengah Kebon Kosong Di Tanah Merah Dan Gedung GSG Terbengkalai Tanpa Manfaat

114
×

Miris! ​Proyek Paving Blok Tengah Kebon Kosong Di Tanah Merah Dan Gedung GSG Terbengkalai Tanpa Manfaat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi gambar yang memperlihatkan topik narasi rilisan berita, penuh dengan rasa kemaslahatan masyarakat demi menegakkan keadilan. (Foto: Mantv7.com)

Mantv7.com | Tangerang — Uang pajak dari keringat rakyat kecil dipakai buat bangun fasilitas umum, tapi sayangnya malah dibuang percuma di tengah semak belukar yang sepi. Warga dibuat heran melihat proyek paving blok senilai hampir seratus juta rupiah di RT 03/03 yang dikerjakan PT Diva Surya Kencana dari APBD 2026. Di lapangan, jalan sepanjang tujuh puluh dua meter dengan lebar dua setengah meter itu dibangun di area kebun tanpa ada rumah warga di sekitarnya.

Temuan di lapangan juga memperlihatkan Gedung Serbaguna Sukatani yang berdiri persis di sebelah jalan tersebut dalam kondisi terbangun tanpa manfaat, hingga kotor, dan dibiarkan terbengkalai tanpa guna. Pemborosan uang negara ini jelas menampar harga diri warga yang setiap hari taat bayar pajak. Pejabat publik tentu harus bertanggung jawab penuh atas penggunaan uang rakyat tersebut.

Foto Wakil Ketua Rian Hidayat, ADV., (Foto: Mantv7.com)

Rian, wakil ketua YLPK PERARI Kabupaten Tangerang, menegaskan bahwa kontrol sosial tidak akan diam melihat uang rakyat dihamburkan sia-sia. Aparatur negara digaji dari uang rakyat, jadi setiap rupiah harusnya dipakai untuk hal yang benar-benar berguna, bukan buat proyek asal-asalan yang salah sasaran.

“Kontrol sosial tidak akan pernah diam menyaksikan uang rakyat dihamburkan secara brutal. Aparatur digaji dari keringat rakyat, sehingga setiap rupiah wajib berorientasi pada asas manfaat nyata, bukan sekadar menghabiskan sisa anggaran. Indikasi proyek titipan ini mencerminkan rusaknya skala prioritas pembangunan daerah secara telak,” ujar Rian.

Kepala Desa Sukatani dan Camat Cisoka harus segera beri penjelasan dan tanggung jawab penuh atas proyek paving blok yang tidak jelas serta gedung serbaguna yang terbangun tanpa kegunaan di wilayahnya. Membiarkan aset negara terbengkalai dan salah sasaran sama saja mengkhianati kepercayaan rakyat yang menggaji mereka setiap bulan.

Uang hampir seratus juta rupiah itu sebenarnya jauh lebih penting kalau dipakai untuk kebutuhan warga lain yang lebih mendesak. Masih banyak jalan lingkungan padat penduduk yang rusak parah atau fasilitas warga lain yang butuh perbaikan, bukannya malah membangun jalan di tengah kebun kosong.

Pertanyaan pentingnya, apakah pemasangan paving blok di atas tanah merah itu sudah dikerjakan sesuai aturan teknis yang benar? Standar kerjanya kan harus lewat pembersihan lahan, pemadatan tanah pakai mesin, pasang pembatas beton, kasih lapisan batu, tebar pasir, sampai pemadatan akhir biar jalannya gak gampang ambles.

Gedung Serbaguna Sukatani yang terbangun tanpa pemggunaan itu juga jadi bukti gagalnya pemerintah setempat mengurus aset milik publik. Uang rakyat yang habis buat bangun gedung itu sekarang cuma jadi tontonan mubazir, sementara banyak kebutuhan warga lain yang diabaikan. Lemahnya pengawasan dari instansi terkait bikin proyek yang gak ada gunanya ini bisa lolos begitu saja dan melukai rasa keadilan masyarakat.

Sekarang saatnya semua elemen mulai dari Ormas, LSM, lembaga konsumen, LBH, aktivis, hingga media untuk ikut turun tangan mengawasi. Mari kita telusuri bareng-bareng supaya anggaran daerah gak dikerogoti orang-orang serakah dan bisa bantu Bupati bersih-bersih pemerintahan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi atas berbagai pertanyaan publik yang disampaikan kepada instansi berwenang. Redaksi tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi hak jawab dan klarifikasi demi keberimbangan informasi sesuai Kode Etik Jurnalistik. Bahwa Redaksi tidak menyimpulkan adanya pelanggaran hukum tertentu dalam laporan tersebut, namun sorotan ini ditujukan pada keterbukaan informasi dan fungsi kontrol pers.

Semoga peristiwa ini bisa jadi pelajaran buat kita semua agar hak rakyat dikawal dengan benar demi masa depan daerah yang lebih bersih.

(RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Enable Notifications OK No thanks