Berita

JAMRED Bekasi Sukses Guncang Pekan Raya Balaraja dengan Energi Musik Inspiratif

62
×

JAMRED Bekasi Sukses Guncang Pekan Raya Balaraja dengan Energi Musik Inspiratif

Sebarkan artikel ini

Mantv7.com | BALARAJA — Panggung utama Pekan Raya Balaraja 2026 di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Balaraja, Kabupaten Tangerang, bergemuruh saat Jamred, band rock asal Bekasi, tampil pada Sabtu (22/8/2026). Kehadiran mereka menghadirkan perjumpaan hangat antara musik, komunitas, dan antusiasme warga.

Sebagai salah satu line-up, Jamred membawakan lagu-lagu tribute Jamrud, hits andalan, serta sejumlah cover yang akrab di telinga penonton. Sejak awal hingga akhir, pengunjung ikut bernyanyi dan menikmati setiap ketukan yang mengalir dari panggung.

Kekuatan Jamred tidak hanya terletak pada musik, tetapi juga cara mereka berkomunikasi dengan penonton. Aksi panggung, sapaan, dan interaksi langsung membuat jarak performer dengan penonton seolah hilang. RTH Balaraja berubah menjadi ruang bersama yang hidup.

Jamred diperkuat lima personel, yakni Bewok sebagai vokalis, David gitaris pertama, Davis gitaris kedua, Jimi Eka bass, dan Madoy drummer. Perpaduan karakter mereka menghasilkan penampilan solid, menjaga ritme tetap hidup sekaligus memberi ruang bagi penonton menikmati warna musik rock.

Penampilan Jamred menjadi salah satu momen yang dinanti dalam Pekan Raya Balaraja 2026. Ribuan pengunjung larut bernyanyi dan mengabadikan suasana. Antusiasme itu menunjukkan bahwa pertunjukan musik bukan sekadar hiburan, tetapi juga ruang interaksi sosial yang mempertemukan masyarakat dalam suasana positif.

Bewok mengaku senang melihat sambutan warga Balaraja. Menurutnya, antusiasme penonton memberi energi bagi seluruh personel. “Kami sangat senang dan bangga bisa menjadi bagian dari Pekan Raya Balaraja tahun ini. Sambutan warga luar biasa. Terima kasih untuk panitia dan semua yang sudah datang serta sing along bersama kami di RTH,” ujarnya.

Menurut Bewok, kebahagiaan pengisi acara bukan hanya ketika panggung penuh, melainkan ketika musik mampu menciptakan kebersamaan. “Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Kami sebagai penghibur sangat bahagia malam ini,” tuturnya. Respons warga menjadi pengalaman berharga bagi Jamred.

Ia menilai karya Jamrud yang mereka bawakan tetap kuat karena dikenal lintas generasi. Band yang mereka tribute juga dinilainya masih aktif berkarya dan tampil di berbagai daerah. Karena itu, Jamred bangga membawakan lagu-lagu tersebut sekaligus ikut menjaga agar karya musiknya tetap dikenal publik.

“Kami sebagai band tribute sangat bangga membawakan lagu-lagu mereka dan ikut melestarikannya,” kata Bewok. Baginya, musik dapat dirawat bukan hanya melalui rekaman, tetapi juga lewat panggung dan generasi yang terus memperkenalkannya. Di situlah tribute memiliki nilai lebih: menghibur sekaligus menjaga ingatan publik.

Di tengah jadwal tampil yang padat, terutama sepanjang Agustus, Jamred juga mengembangkan karya sendiri. Rencana penggarapan album terus dikulik agar mereka tidak berhenti sebagai band tribute. Langkah ini menjadi dorongan untuk memperluas identitas musikal dan menghadirkan karya yang dapat dinikmati lebih banyak kalangan.

Bewok berharap Pekan Raya Balaraja terus digelar setiap tahun. Menurutnya, event seperti ini bukan hanya memberi ruang bagi musisi, tetapi juga mempertemukan masyarakat dengan pelaku usaha lokal. “Semoga event seperti ini selalu diadakan setiap tahun. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga bisa membantu mengembangkan UMKM,” harapnya.

Pekan Raya Balaraja 2026 menghadirkan bazar UMKM, wahana hiburan, hingga pertunjukan musik. Kehadiran Jamred menambah warna sekaligus memperlihatkan bahwa panggung daerah mampu menghadirkan pengalaman berkualitas. Ketika musik, ruang publik, UMKM, dan masyarakat bertemu, acara dapat menjadi ruang kebersamaan sekaligus penggerak ekonomi kreatif.

Dari dentuman musik hingga suara penonton yang bernyanyi bersama, Jamred meninggalkan kesan lebih panjang daripada kemeriahan satu malam. Bagi warga, panggung menjadi hiburan; bagi UMKM, peluang; bagi musisi, ruang berkembang. Perayaan terasa berarti ketika panggung tidak hanya menyala oleh lampu, tetapi juga oleh karya, kebersamaan, dan semangat menciptakan sesuatu yang layak dikenang.

Riuh penonton menegaskan bahwa panggung musik mampu menyatukan hiburan, kreativitas, dan kebersamaan kita.

(RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Enable Notifications OK No thanks