Mantv7.com | BALARAJA — Pekan Raya Balaraja (PRB) #2 resmi dibuka dalam suasana yang jauh dari kesan biasa. Sejak pagi, Ruang Terbuka Hijau (RTH) Balaraja dipenuhi ribuan warga yang datang dengan wajah ceria, mengikuti rangkaian kegiatan, menikmati hiburan, berburu hadiah dan merasakan semarak pesta rakyat yang membawa nama budaya Balaraja.
Sekitar 2.000 peserta turut meramaikan pembukaan tersebut. Anak-anak, pelajar, orang dewasa, tokoh masyarakat, pelaku UMKM hingga organisasi kemasyarakatan se-Wilayah Balaraja berbaur tanpa sekat. Suasana RTH pun berubah menjadi ruang pertemuan yang hangat, tempat kegembiraan warga bertemu dengan semangat menjaga identitas daerah.
Kemeriahan PRB #2 semakin terasa melalui berbagai perlombaan yang melibatkan anak-anak hingga orang dewasa. Sorak dukungan, tawa dan semangat peserta membuat kegiatan terasa seperti pesta yang benar-benar lahir dari masyarakat. Di tengah kegembiraan itu, ada pesan sederhana yang ingin ditanamkan: budaya akan lebih mudah diwariskan ketika generasi muda diberi ruang untuk mengenalnya dengan cara yang menyenangkan.
Ketua Panitia PRB #2, Gilang Sumiarsa, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai sarana kreativitas pemuda sekaligus wadah mengangkat kearifan lokal Balaraja. Menurutnya, budaya Balaraja memiliki nilai luhur yang perlu dijaga bersama agar tidak sekadar menjadi bagian dari cerita masa lalu. “Kita ingin PRB menjadi ruang kreativitas pemuda sekaligus tempat mengangkat kearifan lokal Balaraja. Budaya Balaraja yang begitu luhur harus kita jaga agar tetap hidup dan dikenal generasi berikutnya,” ujar Gilang.

Semangat tersebut terlihat dari keterlibatan siswa SMP, SMA dan SMK se-Kecamatan Balaraja. Kehadiran pelajar bukan sekadar menambah jumlah peserta, tetapi menjadi bagian penting dalam membangun kedekatan generasi muda dengan lingkungan sosial dan budaya tempat mereka tumbuh.
Di sisi lain, geliat ekonomi rakyat ikut mewarnai PRB #2. Para pelaku UMKM antusias membuka lapak dengan menawarkan beragam makanan tradisional hingga kuliner kekinian. Ramainya pengunjung menjadi kesempatan bagi pedagang lokal memperkenalkan produk, memperluas pasar dan membangun hubungan langsung dengan masyarakat.
Kuliner tradisional pun mendapatkan tempat tersendiri. Di balik sepiring makanan terdapat resep, kebiasaan dan cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi. Ketika makanan lokal hadir berdampingan dengan sajian kekinian, tradisi tidak sedang berhadapan dengan perubahan zaman, melainkan menemukan cara baru untuk tetap hidup.
Kemeriahan itu mendapat perhatian dari Bupati Tangerang yang hadir dalam pembukaan PRB #2. Bupati menyampaikan apresiasi karena kegiatan tersebut dinilai sangat positif, terutama karena mampu memadukan berbagai aktivitas masyarakat, termasuk olahraga, UMKM serta kegiatan yang mengangkat seni dan budaya lokal.

Setelah memberikan sambutan, Bupati Tangerang secara resmi membuka PRB #2, kemudian dilanjutkan dengan berkeliling mengunjungi stan-stan yang ada. Bupati melihat berbagai produk UMKM, kuliner tradisional dan kekinian, serta menyapa para pedagang dan warga yang hadir. Kehadiran Bupati menambah semarak acara sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan UMKM masyarakat Balaraja.
Menurut Bupati, kegiatan seperti PRB dapat menjadi ruang yang mempertemukan masyarakat dalam suasana sehat dan membangun. Ia berharap Balaraja semakin maju dengan tetap mempertahankan karakter masyarakatnya yang humanis, ramah dan mampu menjaga semangat kebersamaan.
Perhatian Bupati juga diarahkan kepada Alun-Alun Balaraja. Ia menyampaikan bahwa kawasan tersebut telah ditata agar lebih rapi dan memiliki fungsi yang beragam. Ke depan, penataan diharapkan dapat dilakukan sebaik-baiknya sehingga alun-alun mampu memberikan manfaat lebih luas sebagai ruang publik masyarakat.
Bagi warga, keberadaan ruang publik yang hidup memiliki arti penting. Tempat seperti alun-alun dan RTH bukan hanya ruang fisik, tetapi dapat menjadi tempat olahraga, berkumpul, mengembangkan kreativitas, mengadakan kegiatan budaya dan memperkuat interaksi sosial antarwarga.
Dalam momentum PRB #2, Bupati Tangerang juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada BALAD RAJA yang memasuki usia ke-3. Dukungan terhadap kegiatan turut diberikan berupa bantuan sebesar Rp20 juta dan satu unit sepeda gunung untuk menambah semangat pelaksanaan PRB.
Kegiatan ini juga menjadi momentum kebersamaan bagi jajaran pengurus BALAD RAJA, tokoh dan sepuh Balaraja, pelajar, UMKM, organisasi masyarakat serta warga. Dari berbagai latar belakang tersebut muncul satu kesamaan: keinginan melihat Balaraja tetap memiliki karakter, budaya dan ruang bagi masyarakatnya untuk berkembang.
PRB #2 akhirnya bukan hanya tentang hadiah, perlombaan atau ramainya pengunjung. Di balik tawa dan keceriaan, terdapat upaya sederhana untuk membuat budaya tetap dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ketika anak-anak bermain, pemuda berkarya, pedagang tersenyum dan warga saling menyapa, Balaraja sedang menunjukkan wajah terbaiknya.
Dari RTH Balaraja, pesta rakyat itu meninggalkan pesan yang terasa sederhana namun dalam: sebuah budaya akan tetap hidup ketika masyarakatnya mau merawatnya bersama. Hadiah mungkin membuat orang datang, hiburan membuat mereka bertahan, tetapi budaya dan kebersamaanlah yang membuat sebuah perayaan dikenang.
PRB #2 pun menjadi panggung kecil yang memperlihatkan satu hal besar Balaraja boleh terus bergerak maju, tetapi tidak perlu kehilangan warna dan jati dirinya.
(RED)











