Mantv7.com | LAMPUNG — Kebersamaan tokoh adat Lampung, Pangeran SPDB Brigjen Pol (Purn) Edward Syah Pernong, S.H., M.H., dengan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menjadi gambaran eratnya hubungan antara nilai-nilai adat, budaya, dan pemerintahan dalam menjaga persatuan masyarakat Sai Bumi Ruwa Jurai.
Momen kebersamaan tersebut terlihat dalam kegiatan yang turut menampilkan kekayaan adat dan budaya Lampung. Kehadiran Edward Syah Pernong bersama Gubernur Lampung menjadi perhatian karena keduanya merepresentasikan dua unsur penting dalam kehidupan masyarakat: pelestarian adat dan budaya serta kepemimpinan pemerintahan daerah.
Edward Syah Pernong merupakan tokoh adat Lampung yang juga dikenal luas memiliki perjalanan panjang dalam pengabdian di institusi Kepolisian Republik Indonesia. Mantan Kapolda Lampung tersebut hingga kini tetap aktif dalam berbagai kegiatan sosial, adat, dan kemasyarakatan.
Sementara itu, Rahmat Mirzani Djausal sebagai Gubernur Lampung memiliki tanggung jawab membawa pembangunan daerah dengan tetap memperhatikan karakter, kearifan lokal, dan keberagaman masyarakat Lampung.
Adat dan Pembangunan Berjalan Beriringan
Kebersamaan kedua tokoh tersebut sekaligus memperlihatkan pesan bahwa kemajuan Lampung tidak harus meninggalkan akar adat dan budayanya.
Pembangunan infrastruktur, ekonomi, pendidikan, dan sumber daya manusia dapat berjalan beriringan dengan upaya mempertahankan identitas serta warisan budaya Lampung yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Bagi masyarakat Lampung, adat bukan sebatas pakaian, gelar ataupun rangkaian seremoni. Adat memiliki nilai sosial yang mengajarkan penghormatan, persaudaraan, keterbukaan, harga diri, serta semangat hidup berdampingan.
Karena itu, sinergi pemerintah daerah dengan para penyimbang dan tokoh adat memiliki arti strategis dalam menjaga keharmonisan masyarakat di tengah perkembangan zaman.
Edward Syah Pernong: Kemajuan Jangan Meninggalkan Akar Budaya
Dalam berbagai kesempatan, Edward Syah Pernong konsisten menempatkan pelestarian adat dan budaya sebagai bagian penting dari identitas masyarakat Lampung. Modernisasi dan kemajuan daerah diharapkan tetap berpijak pada nilai-nilai luhur yang menjadi jati diri masyarakat.
Semangat tersebut sejalan dengan pesan yang terlihat dalam momentum kebersamaan para tokoh Lampung: bergerak menuju kemajuan tanpa meninggalkan akar budaya.
Kehadiran Gubernur Rahmat Mirzani Djausal bersama Pangeran SPDB Edward Syah Pernong pun menjadi simbol bahwa pemerintah dan pemangku adat mempunyai ruang besar untuk berjalan bersama menjaga persatuan sekaligus membangun Lampung.
Di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks, kolaborasi seluruh elemen pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dunia usaha hingga masyarakat menjadi modal penting untuk membawa Lampung semakin maju.
Dari tanah Sai Bumi Ruwa Jurai, sebuah pesan kembali digaungkan: Lampung boleh melangkah jauh menuju masa depan, tetapi akar adat, budaya, persaudaraan, dan kehormatannya harus tetap terjaga.
(RED)











