BeritaKabupatenPemerintahan

YLPK PERARI Sampaikan Duka Mendalam atas Tragedi Maut Bus ALS dan Truk Tangki BBM di Muratara, Minta Kelalaian Jalan Rusak Diusut Tuntas

23
×

YLPK PERARI Sampaikan Duka Mendalam atas Tragedi Maut Bus ALS dan Truk Tangki BBM di Muratara, Minta Kelalaian Jalan Rusak Diusut Tuntas

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi gambar yang memperlihatkan topik narasi rilisan berita, penuh dengan rasa kemaslahatan masyarakat demi menegakkan keadilan. (Foto: Mantv7.com)

Mantv7.com | Kecelakaan maut yang melibatkan bus ALS dan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera, Desa Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026), menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Indonesia. Peristiwa tragis tersebut menewaskan sedikitnya 16 orang setelah kedua kendaraan terlibat tabrakan frontal yang memicu ledakan dan kebakaran hebat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bus ALS dengan rute Semarang–Medan diduga berusaha menghindari jalan berlubang sebelum akhirnya kehilangan kendali dan masuk ke jalur berlawanan. Di saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju truk tangki BBM hingga tabrakan adu kambing tidak dapat dihindarkan.

Benturan keras tersebut menyebabkan kedua kendaraan terbakar hebat. Sebanyak 14 korban dari pihak bus ALS, termasuk penumpang dan kru, dilaporkan meninggal dunia. Sementara dua korban lainnya merupakan sopir dan kenek truk tangki BBM yang tewas di lokasi kejadian akibat terbakar.

Selain korban meninggal dunia, tiga orang dilaporkan mengalami luka bakar serius dan masih menjalani perawatan intensif di RSUD Muara Rupit. Satu orang kenek bus ALS juga dilaporkan selamat dengan luka ringan. Peristiwa memilukan ini langsung mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Perjuangan Anak Negeri (YLPK PERARI).

Organisasi tersebut menyampaikan rasa belasungkawa mendalam kepada seluruh keluarga korban yang ditinggalkan sekaligus mendesak adanya evaluasi serius terhadap kondisi jalan nasional yang rusak dan berlubang.

Ketua Umum YLPK PERARI, Hefi Irawan, menegaskan bahwa tragedi ini tidak boleh hanya dipandang sebagai kecelakaan biasa, melainkan harus menjadi perhatian serius terkait dugaan kelalaian terhadap kondisi infrastruktur jalan.

“ Kami atas nama Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Perjuangan Anak Negeri (YLPK PERARI) turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah kecelakaan maut yang merenggut banyak nyawa di Muratara. Kami juga meminta agar ada pengusutan tuntas terkait kondisi jalan berlubang yang diduga menjadi pemicu awal kecelakaan ini. Jangan sampai kelalaian terhadap perawatan jalan justru terus memakan korban jiwa,” ujar Hefi Irawan, S.H.

Sementara itu, Advokat Kantor Hukum Law Firm Hefi Sanjaya and Partners, Donny Putra T., menilai pemerintah dan instansi terkait perlu bertanggung jawab terhadap kondisi jalan yang membahayakan pengguna jalan.

“ Jalan berlubang bukan persoalan sepele. Ketika kendaraan besar mencoba menghindar dalam kecepatan tinggi, potensi kecelakaan fatal sangat besar. Jika benar kondisi jalan rusak menjadi faktor utama, maka hal tersebut wajib dievaluasi dan diusut secara transparan. Keselamatan masyarakat di jalan raya adalah tanggung jawab bersama, termasuk penyelenggara infrastruktur,” tegas Donny Putra T., S.H.

Ucapan duka juga disampaikan Pimpinan Redaksi Mantv7.com, Rian Hidayat. Ia berharap tragedi serupa tidak kembali terulang akibat buruknya kondisi jalan raya.

Foto Wakil Ketua Rian Hidayat, ADV., (Foto: Mantv7.com)

“ Kami sangat berduka atas tragedi ini. Pemerintah harus bergerak cepat memperbaiki jalan-jalan rusak dan berlubang yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Jangan tunggu korban berikutnya baru ada tindakan nyata. Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama,” ungkap Rian Hidayat.

Saat ini, aparat kepolisian dari Polres Muratara bersama Ditlantas masih melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara guna memastikan penyebab pasti kecelakaan. Evakuasi korban serta identifikasi jenazah juga terus dilakukan pihak berwenang.

Tragedi di Jalinsum Muratara ini kembali menjadi pengingat bahwa keselamatan berkendara tidak hanya bergantung pada pengemudi, tetapi juga kondisi infrastruktur jalan yang layak, aman, dan mendapatkan perhatian serius dari pemerintah demi mencegah jatuhnya korban jiwa di masa mendatang.

(RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Enable Notifications OK No thanks