Mantv7.com | Tangerang — Tokoh pembangunan Kabupaten Tangerang, Daan Ismet Iskandar, kembali menjadi perhatian publik setelah nama besarnya diabadikan melalui hadirnya Politeknik Ismet Iskandar Indonesia yang segera berkembang di wilayah Tangerang Raya. Sosok almarhum dikenal sebagai figur birokrat senior dan pemimpin daerah yang memiliki pengaruh besar terhadap arah pembangunan Kabupaten Tangerang di masa awal modernisasi daerah.
Suasana penuh haru, kebanggaan, dan optimisme menyelimuti agenda soft launching Politeknik Ismet Iskandar Indonesia yang digelar di kawasan Central Business District (CBD), Karang Tengah, Kota Tangerang. Kehadiran kampus vokasi modern tersebut bukan sekadar peresmian lembaga pendidikan biasa, melainkan menjadi simbol nyata warisan pengabdian keluarga besar Iskandar untuk masa depan masyarakat Tangerang.
Nama Almarhum Drs. H. Daan Ismet Iskandar, SE. kembali hidup di tengah masyarakat melalui dunia pendidikan. Sosok yang dikenal sebagai tokoh pembangunan Kabupaten Tangerang itu kini diabadikan menjadi nama sebuah politeknik yang digadang-gadang akan menjadi salah satu pusat pendidikan vokasi unggulan di Tangerang Raya.

Bagi masyarakat Tangerang, almarhum Daan Ismet Iskandar bukan hanya mantan kepala daerah. Ia dikenal sebagai figur birokrat senior dan pemimpin visioner yang pernah membawa Kabupaten Tangerang memasuki era perkembangan besar dalam sektor infrastruktur, tata pemerintahan, hingga pengembangan kawasan strategis. Sebagai politikus Partai Golongan Karya, almarhum menjabat Bupati Tangerang selama dua periode yakni 2003—2008 dan 2008—2013 setelah sebelumnya menjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang.
Di masa kepemimpinannya, berbagai pembangunan jalan penghubung mulai dibuka untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat. Bahkan, gagasan awal Jalan Tol Serpong–Balaraja lahir pada era kepemimpinannya dan hingga kini dianggap sebagai salah satu langkah visioner dalam membangun konektivitas Tangerang modern.
Namun di balik pembangunan fisik tersebut, almarhum Daan Ismet Iskandar juga dikenal memiliki perhatian besar terhadap masa depan pendidikan dan kualitas generasi muda. Nilai itulah yang kini diteruskan keluarga besar Iskandar melalui hadirnya Politeknik Ismet Iskandar Indonesia.
Momentum soft launching kampus tersebut menjadi semakin emosional ketika Intan Nurul Hikmah, S.E. hadir langsung memberikan dukungan penuh. Sosok Intan bukan hanya pejabat daerah, tetapi juga anak dari almarhum Daan Ismet Iskandar sekaligus adik dari Ahmed Zaki Iskandar Zulkarnain, B.Bus., S.E., M.Si..
Kehadiran keluarga besar Iskandar di tengah peresmian kampus tersebut seakan menjadi gambaran bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak berhenti di dunia pemerintahan, tetapi terus dilanjutkan melalui dunia pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia.
Dengan suara penuh haru, Intan Nurul Hikmah mengaku momen tersebut menjadi salah satu peristiwa paling emosional dalam hidupnya. Ia menyebut nama sang ayah kini tidak hanya dikenang dalam sejarah pemerintahan Kabupaten Tangerang, tetapi juga hidup dalam semangat pendidikan untuk generasi masa depan.
“Hari ini saya benar-benar merasa bahagia sekaligus terharu. Nama ayah kami yang selama ini dikenal masyarakat lewat pengabdian beliau di pemerintahan, kini hadir kembali melalui dunia pendidikan. Ini bukan hanya kebanggaan bagi keluarga kami, tetapi juga menjadi harapan besar agar generasi muda Tangerang memiliki tempat belajar yang baik, berkualitas, dan bisa membawa masa depan yang lebih cerah,” ujar Intan Nurul Hikmah, S.E.

Intan juga menyampaikan bahwa almarhum ayahnya semasa hidup selalu berpesan agar keluarga tidak pernah berhenti memberikan manfaat untuk masyarakat, meski sudah tidak lagi berada di jabatan pemerintahan.
“Ayah kami selalu mengajarkan bahwa jabatan itu sementara, tetapi pengabdian harus terus hidup. Karena itu kami ingin meneruskan semangat beliau melalui pendidikan. Mudah-mudahan Politeknik Ismet Iskandar Indonesia bisa menjadi amal jariyah, mencetak anak-anak muda yang sukses, berakhlak, dan mampu membangun daerahnya,” lanjutnya dengan mata berkaca-kaca.
Menurut Intan Nurul Hikmah, Kabupaten Tangerang yang terus berkembang membutuhkan lebih banyak lembaga pendidikan tinggi berkualitas yang mampu mencetak generasi muda unggul dan siap menghadapi tantangan global. Ia berharap politeknik tersebut nantinya menjadi rumah lahirnya inovasi, kreativitas, dan calon-calon pemimpin masa depan Tangerang.
Sementara itu, Ahmed Zaki Iskandar Zulkarnain, B.Bus., S.E., M.Si. selaku Ketua Pembina Yayasan Ismet Iskandar menegaskan bahwa pembangunan politeknik tersebut bukan hanya proyek pendidikan biasa, melainkan bentuk penghormatan dan kelanjutan cita-cita besar almarhum ayahnya.

Ahmed Zaki Iskandar Zulkarnain, B.Bus., S.E., M.Si. yang pernah menjabat Bupati Tangerang selama dua periode yakni 2013–2018 dan 2018–2023 itu mengatakan bahwa pihak yayasan ingin menghadirkan kampus modern yang mampu menjawab kebutuhan dunia industri dan perkembangan zaman.
Menurutnya, Politeknik Ismet Iskandar Indonesia dirancang menjadi kampus vokasi yang tidak hanya fokus pada teori akademik, tetapi juga membentuk keterampilan praktis, karakter, kepemimpinan, serta mental siap kerja bagi para mahasiswanya. “Kami ingin kampus ini menjadi tempat lahirnya generasi muda Tangerang yang hebat, mandiri, kreatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Ini bukan hanya tentang membangun gedung kampus, tetapi membangun masa depan,” ujar Ahmed Zaki Iskandar.
Tak tanggung-tanggung, pihak yayasan bahkan telah menyiapkan rencana pengembangan besar dengan pembangunan kampus baru di wilayah Legok dan Tangerang Utara dalam beberapa tahun mendatang. Langkah tersebut menunjukkan keseriusan keluarga besar Iskandar dalam memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas bagi masyarakat.
Kini, nama besar almarhum Drs. H. Daan Ismet Iskandar, SE. tidak hanya dikenang dalam sejarah pemerintahan Kabupaten Tangerang, tetapi juga hidup dalam semangat pendidikan, cita-cita generasi muda, dan harapan masa depan Tangerang yang lebih maju. Melalui Politeknik Ismet Iskandar Indonesia, keluarga besar Iskandar kembali menegaskan bahwa pengabdian sejati tidak pernah berhenti, melainkan terus diwariskan untuk generasi berikutnya.
(RED)











