Berita

PYM SPDB Brigjen Pol. (Purn.) Drs. Pangeran Edward Syah Pernong, S.H., M.H., Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-23 Kunjungi Kantor BKNDI, Bahas Usulan Pendirian Dapur MBG Di Lampung Barat

14
×

PYM SPDB Brigjen Pol. (Purn.) Drs. Pangeran Edward Syah Pernong, S.H., M.H., Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-23 Kunjungi Kantor BKNDI, Bahas Usulan Pendirian Dapur MBG Di Lampung Barat

Sebarkan artikel ini

Mantv7.com | Jakarta – Paduka Yang Mulia (PYM) SPDB Brigjen Pol. (Purn.) Drs. Pangeran Edward Syah Pernong, S.H., M.H., Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-23, melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Badan Komunikasi Nasional Desa se-Indonesia (BKNDI) dalam rangka membahas berbagai program pemberdayaan masyarakat desa, termasuk usulan pendirian Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Lampung, khususnya Kabupaten Lampung Barat.

Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan diterima langsung oleh jajaran pengurus BKNDI. Dalam pertemuan itu dibahas berbagai langkah strategis untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi desa, ketahanan pangan nasional, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

BKNDI menyampaikan rencana pengajuan pendirian Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lampung Barat sebagai bagian dari dukungan terhadap program nasional pemenuhan gizi masyarakat. Program tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat bagi penerima program sekaligus menggerakkan roda perekonomian desa melalui pemberdayaan petani, peternak, nelayan, pelaku UMKM, serta tenaga kerja lokal.

Ketua Umum BKNDI menjelaskan bahwa program MBG memiliki dampak yang luas karena melibatkan masyarakat desa dalam rantai pasok bahan pangan, proses pengolahan makanan, hingga distribusi kepada penerima manfaat. Dengan demikian, keberadaan dapur MBG dapat menjadi salah satu instrumen penguatan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan dan mendukung kemandirian pangan daerah.

Selain mendukung Program Makan Bergizi Gratis, inisiatif tersebut juga dinilai sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan kualitas gizi masyarakat, serta mendorong pembangunan yang berpusat pada desa sebagai fondasi kemajuan bangsa.

PYM SPDB Brigjen Pol. (Purn.) Drs. Pangeran Edward Syah Pernong, S.H., M.H. menyambut baik gagasan tersebut dan menilai bahwa pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dari desa. Menurutnya, desa merupakan fondasi utama pembangunan nasional sehingga program-program yang berdampak langsung kepada masyarakat perlu mendapatkan dukungan dan perhatian bersama.

Dalam pertemuan tersebut juga dipaparkan dokumentasi dan pengalaman pengelolaan sejumlah dapur MBG yang telah beroperasi di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan dapur MBG di Lampung Barat agar dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

Selain dikenal sebagai purnawirawan Perwira Tinggi Polri, PYM SPDB Brigjen Pol. (Purn.) Drs. Pangeran Edward Syah Pernong, S.H., M.H. juga merupakan tokoh adat Lampung yang menjabat sebagai Sultan Kepaksian Pernong Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-23 yang berkedudukan di Batu Brak, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung.

Sebagai pemangku adat, beliau selama ini aktif mendorong pembangunan masyarakat, pelestarian budaya, serta penguatan peran desa dalam pembangunan daerah dan nasional. Peran tersebut sejalan dengan upaya memperkuat kolaborasi berbagai elemen masyarakat dalam mendukung program pembangunan yang berkelanjutan.

Pertemuan diakhiri dengan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antara BKNDI dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung program-program yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Pendirian Dapur Makan Bergizi Gratis di Lampung Barat diharapkan dapat menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional, peningkatan kualitas gizi masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif.

“Melalui kolaborasi yang baik antara pemerintah, organisasi masyarakat, tokoh adat, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan program-program pemberdayaan desa dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ketahanan pangan dan peningkatan kualitas gizi merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa,” ujar PYM SPDB Brigjen Pol. (Purn.) Drs. Pangeran Edward Syah Pernong, S.H., M.H., Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-23.

(RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Enable Notifications OK No thanks