BeritaPendidikan

YLPK PERARI Ingatkan Bahaya Ego: Keberhasilan Seharusnya Membentuk Kerendahan Hati, Bukan Membuat Diri Merasa Lebih Tinggi

25
×

YLPK PERARI Ingatkan Bahaya Ego: Keberhasilan Seharusnya Membentuk Kerendahan Hati, Bukan Membuat Diri Merasa Lebih Tinggi

Sebarkan artikel ini

Mantv7.com | TANGERANG — Tidak semua bencana datang dengan suara keras. Ada yang tumbuh diam-diam di dalam hati, berjalan perlahan melalui pujian, keberhasilan, ilmu, jabatan, bahkan kebaikan yang terlalu sering dipertontonkan. Ketua Umum YLPK PERARI, Hefi Sanjaya, S.H., M.H., mengingatkan bahwa salah satu ujian paling halus dalam kehidupan bukan hanya ketika seseorang kehilangan sesuatu, tetapi ketika ia mulai terlalu mengagumi dirinya sendiri.

Menurut Hefi, mengenali kemampuan diri bukanlah kesalahan. Manusia justru perlu mengetahui potensi yang dimilikinya agar dapat berkembang dan memberi manfaat. Namun, ia menekankan bahwa ada garis tipis antara percaya diri dan merasa paling unggul. Ketika kelebihan mulai dipakai sebagai alasan untuk merendahkan orang lain, saat itulah keberhasilan perlahan berubah menjadi perangkap bagi pemiliknya sendiri.

Kita boleh bangga atas pencapaian, tetapi jangan sampai pencapaian membuat kita lupa kepada proses, pertolongan orang lain, dan kehendak Allah. Tidak ada manusia yang berdiri sepenuhnya karena kekuatannya sendiri. Di balik keberhasilan selalu ada doa, kesempatan, perjuangan, dan tangan-tangan yang mungkin tidak pernah terlihat,” ujar Hefi dalam pesan edukasinya.

Persoalannya, kesombongan tidak selalu muncul melalui ucapan yang kasar. Kadang ia justru bersembunyi di balik cara seseorang menerima pujian. Kritik mulai dianggap sebagai penghinaan, nasihat dipandang sebagai bentuk iri hati, sementara orang yang berbeda pendapat ditempatkan seolah-olah tidak memahami apa-apa. Pada tahap itu, seseorang bukan lagi sedang menjaga harga diri, melainkan sedang membangun tembok untuk melindungi egonya.

Lebih menarik lagi, ego manusia dapat bekerja dengan cara yang sangat halus. Seseorang bisa berbicara tentang pentingnya rendah hati, tetapi dalam waktu yang sama merasa dirinya paling rendah hati. Ia dapat menasihati orang lain agar tidak sombong, sambil diam-diam merasa lebih baik karena mampu melihat kesombongan orang tersebut. Karena itu, introspeksi tidak cukup hanya dilakukan dengan melihat perilaku, tetapi juga dengan berani memeriksa niat yang tersembunyi di balik perilaku.

Dalam nilai-nilai Islam, menjaga hati menjadi bagian penting dari perjalanan seorang manusia. Bahwa ilmu seharusnya melahirkan kebijaksanaan, bukan perasaan paling tahu. Bahwa kekayaan semestinya menghadirkan rasa syukur, bukan keangkuhan. Bahwa kebaikan akan jauh lebih bernilai ketika dilakukan tanpa terus-menerus menunggu pengakuan. Semakin besar sesuatu yang dititipkan kepada seseorang, semakin besar pula tanggung jawab untuk menjaganya dengan rendah hati.

Hefi menilai, manusia sering kali lebih cepat menemukan kesalahan orang lain daripada menemukan kekeliruan dalam dirinya sendiri. Kita melihat kehidupan orang lain dari luar, sementara kehidupan sendiri sering dilihat dengan banyak pembenaran. Karena itu, keberanian terbesar bukan selalu berani mengkritik orang lain, tetapi berani mengatakan kepada diri sendiri bahwa kita masih bisa salah.

Di sinilah keberhasilan perlu ditempatkan secara sehat. Jabatan tidak membuat seseorang lebih mulia secara otomatis. Banyaknya harta tidak menjadikan seseorang lebih tinggi derajatnya. Tingginya pendidikan juga tidak memberi alasan untuk meremehkan mereka yang belum mendapatkan kesempatan yang sama. Bahwa semua pencapaian semestinya menjadi jalan untuk memperluas manfaat, bukan mempersempit pergaulan karena merasa hanya pantas berdiri bersama orang-orang yang dianggap setara.

Menurut Hefi, seseorang yang benar-benar memiliki ilmu biasanya justru semakin sadar bahwa masih banyak hal yang belum diketahuinya. Orang yang pernah jatuh memahami arti pertolongan. Orang yang pernah gagal lebih mudah menghargai perjuangan. Dan orang yang pernah berada di bawah seharusnya tidak menjadikan ketika dirinya berada di atas sebagai alasan untuk melupakan mereka yang masih berjuang di bawah.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan di tengah kehidupan yang membuat pencapaian begitu mudah dipamerkan. Media sosial dapat memperlihatkan keberhasilan dalam hitungan detik, tetapi tidak selalu memperlihatkan air mata, kegagalan, pengorbanan, dan proses panjang di belakangnya. Karena itu, YLPK PERARI mendorong masyarakat untuk tidak hanya mengejar terlihat berhasil, tetapi juga membangun karakter yang tetap baik ketika tidak ada seorang pun yang sedang melihat.

“Jangan sampai kita sibuk membuktikan kepada dunia bahwa kita hebat, tetapi lupa membuktikan kepada diri sendiri bahwa kita masih mampu menjadi manusia yang baik. Pujian manusia bisa datang dan pergi, tetapi karakter akan mengikuti kita jauh lebih lama. Maka rawatlah hati ketika dipuji, karena pada saat itulah kita sedang diuji apakah tetap menjadi diri sendiri atau mulai mempercayai semua sanjungan,” tutur Hefi.

Pada akhirnya, rendah hati bukan berarti mengecilkan diri atau menyangkal kemampuan yang dimiliki. Rendah hati adalah kemampuan untuk tetap berdiri tegak tanpa harus menginjak orang lain. Ia membuat seseorang mampu menerima pujian tanpa mabuk oleh sanjungan, menerima kritik tanpa merasa dihancurkan, dan menerima nasihat tanpa merasa harga dirinya berkurang. Justru orang yang mampu mengoreksi dirinya sendiri memiliki kekuatan yang tidak semua orang mampu memilikinya.

Barangkali itulah bentuk keberhasilan yang paling indah: bukan ketika seseorang berhasil membuat banyak orang mengaguminya, melainkan ketika ia memiliki cukup alasan untuk berbangga tetapi memilih tetap sederhana. Sebab manusia boleh tumbuh tinggi, tetapi akar tetap harus menghunjam ke tanah.

Semakin tinggi seseorang berdiri, semakin indah ketika ia tetap tahu cara menundukkan hati bukan karena merasa rendah, melainkan karena sadar bahwa segala kelebihan pada akhirnya hanyalah titipan untuk menjadi manfaat bagi sesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Enable Notifications OK No thanks