Berita

Anjau Silau Cikoneng 2026 Mengundang Masyarakat Lampung, Momentum Mempererat Silaturahmi dan Melestarikan Warisan Budaya Leluhur

84
×

Anjau Silau Cikoneng 2026 Mengundang Masyarakat Lampung, Momentum Mempererat Silaturahmi dan Melestarikan Warisan Budaya Leluhur

Sebarkan artikel ini

Mantv7.com | CIKONENG, SERANG — Masyarakat Lampung dan seluruh lapisan masyarakat di Banten diajak untuk hadir dan menyukseskan kegiatan Anjau Silau 2026, yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 14 November 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di kediaman Batin Bandakh Syah Perkasa Alam, Kampung Baru, RT 01/RW 03, Desa Cikoneng, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, Banten.

Kegiatan ini mengangkat nama Kerajaan Paksi Pak Sekala Brak, Kepaksian Pernong Lampung, serta Kesumbaian Mekonan Batton Cikoneng, Banten. Anjau Silau diharapkan menjadi momentum untuk mempererat hubungan kekeluargaan, menjaga silaturahmi, dan menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas budaya yang diwariskan para leluhur.

Dalam undangan yang beredar, H. Ihsan, Batin Bandakh Syah Perkasa Alam, tercantum sebagai penanggung jawab Kesumbaian Mekonan Batton. Sementara itu, Drs. Pangeran Edward Syah Pernong, S.H., M.H., disebut sebagai Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan ke-23 Kepaksian Pernong Lampung.

Anjau Silau bukan sekadar agenda pertemuan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda. Melalui kegiatan semacam ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga hubungan antargenerasi, menghormati tradisi, dan merawat warisan leluhur agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Panitia juga menyiapkan persembahan seni budaya yang menjadi daya tarik kegiatan. Salah satunya adalah Tari Sembah atau Sigeh Pengunten, tarian penyambutan yang mencerminkan penghormatan kepada tamu serta nilai kesopanan dalam tradisi masyarakat Lampung.

Selain itu, pengunjung akan disuguhkan penampilan Rampak Bedug Banten yang menghadirkan kekayaan seni tradisional daerah. Perpaduan unsur budaya Lampung dan Banten diharapkan memperlihatkan bahwa keberagaman tradisi dapat menjadi jembatan persaudaraan, bukan pembatas hubungan antarmasyarakat.

Kegiatan ini juga dijadwalkan menampilkan atraksi pencak silat dan drama kolosal. Persembahan tersebut diharapkan menjadi sarana hiburan sekaligus edukasi budaya yang dapat dinikmati berbagai kalangan, khususnya generasi muda yang perlu mengenal sejarah, seni, dan nilai luhur daerahnya.

Masyarakat yang menerima undangan diharapkan dapat berpartisipasi dengan tetap menjaga ketertiban, menghormati adat istiadat, serta mendukung kelancaran acara. Kehadiran masyarakat bukan hanya untuk menyaksikan pertunjukan, melainkan juga menunjukkan kepedulian terhadap keberlangsungan tradisi dan kebudayaan lokal.

Pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan bersama, mulai dari tokoh adat, pelaku seni, keluarga, komunitas, hingga masyarakat luas. Tradisi akan tetap hidup apabila tidak hanya dikenang dalam acara seremonial, tetapi juga dipahami, dipraktikkan, dan diwariskan melalui pendidikan serta keteladanan sehari-hari.

Melalui Anjau Silau Cikoneng 2026, masyarakat diharapkan semakin menyadari bahwa kekayaan budaya merupakan bagian penting dari jati diri bangsa. Perbedaan bahasa, adat, dan kesenian justru menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan sosial yang harmonis, saling menghormati, dan penuh semangat persaudaraan.

Mari hadir, meramaikan, dan menyukseskan Anjau Silau Cikoneng 2026 dengan semangat kebersamaan. Sebab, menjaga budaya bukan hanya tugas tokoh adat atau generasi terdahulu, melainkan tanggung jawab bersama agar warisan leluhur tetap dikenal, dihargai, dan menjadi kebanggaan generasi mendatang.

(RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Enable Notifications OK No thanks