BeritaGaya Hidup & BudayaHukumKabupatenPemerintahan

Telur Pecah Berisi Sesuatu Di Cipondoh: Pengobatan Atau Panggung Sugesti Yang Dipertontonkan

87
×

Telur Pecah Berisi Sesuatu Di Cipondoh: Pengobatan Atau Panggung Sugesti Yang Dipertontonkan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi gambar yang memperlihatkan topik narasi rilisan berita, penuh dengan rasa kemaslahatan masyarakat demi menegakkan keadilan. (Foto: Mantv7.com)

Mantv7.com | Tangerang – Kota Tangerang kembali diguncang isu yang bikin dahi berkerut. Di Jl. KH. Hasyim Ashari Gg. Parit, RT 003/RW 010, Cipondoh, sebuah praktik pengobatan alternatif jadi sorotan. Warga datang dengan harapan sembuh. Yang mereka bawa pulang justru cerita telur berisi paku, kawat, kapas, dan serpihan benda tajam lain. Peristiwa ini terjadi di mana, dilakukan oleh siapa, dan dengan cara bagaimana kini menjadi pertanyaan yang tak bisa lagi dianggap angin lalu.

Sejumlah pasien menyampaikan kisah yang polanya hampir sama. Apa pun keluhan yang dibawa, ujungnya selalu satu: telur dipecahkan, lalu isinya disebut sebagai bukti kiriman atau gangguan gaib. Pola yang berulang ini memunculkan indikasi adanya skema yang sudah tersusun. Sulit rasanya menerima jika setiap orang yang datang selalu mendapatkan “hasil” yang identik.

Rekaman yang diklaim diperoleh anggota YLPK PERARI Kabupaten Tangerang memperlihatkan temuan awal yang memancing tanda tanya. Ada sinyal bahwa benda-benda tersebut diduga sudah lebih dulu berada di sela jari sebelum telur dipecahkan. Jika ini benar, maka persoalannya bukan lagi soal keyakinan, melainkan potensi rekayasa yang memanfaatkan sugesti.

Kecurigaan publik makin menguat karena cerita yang beredar nyaris tanpa variasi. Telur selalu “mengeluarkan” benda tajam. Seolah sudah ada naskah yang tak pernah berubah. Di titik ini, masyarakat berhak bertanya: apakah ini bentuk pengobatan, atau hanya pertunjukan yang dibungkus aura mistis?

Persoalan ini tak bisa dibiarkan menggantung. Bila ada unsur manipulasi, maka itu berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen yang melarang informasi menyesatkan. Bahkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana mengatur soal perbuatan tipu daya yang merugikan orang lain. Artinya, ini bukan isu kecil. Ini soal hukum dan rasa keadilan.

Yang dipertaruhkan bukan sekadar uang pasien. Yang dipertaruhkan adalah ketenangan pikiran masyarakat. Saat orang sedang sakit atau tertekan, nalar bisa melemah. Ketakutan mudah ditanam. Di situlah celah muncul. Jika benar ada trik, maka itu bukan sekadar salah itu kejam.

Buyung. E, aktivis kontrol sosial dari YLPK PERARI Kabupaten Tangerang, menyampaikan sikap tegas. “Kami tidak menuduh, tapi ada indikasi yang harus dibuka terang. Kalau ini murni pengobatan, silakan jelaskan secara transparan. Jangan sampai ada kesan rasa takut sedang dipakai sebagai alat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kontrol sosial bukan untuk menjatuhkan siapa pun. Tapi ketika muncul perkiraan adanya praktik yang merugikan, maka klarifikasi adalah kewajiban moral. Diam hanya akan memperlebar prasangka. Terbuka justru akan meredam kegaduhan.

Aparat penegak hukum dan dinas terkait diharapkan turun tangan. Lakukan pengecekan langsung. Uji faktanya. Jika tak ada pelanggaran, sampaikan ke publik agar tak ada fitnah. Namun jika ditemukan potensi pelanggaran, tindak sesuai aturan. Hukum tidak boleh ragu ketika masyarakat butuh kepastian.

Kasus ini jadi tamparan keras. Jangan sampai publik terus dicekoki cerita mistis yang tak pernah bisa diuji. Logika harus tetap berdiri. Karena ketika akal sehat dikalahkan oleh pertunjukan, di situlah kepercayaan runtuh pelan-pelan.

Hari ini mungkin soal telur berisi paku. Besok bisa saja muncul bentuk lain yang lebih rapi dan lebih halus. Karena itu, masyarakat harus berani bersuara. Jika semuanya bersih, tak ada yang perlu ditutup-tutupi. Tapi jika ada yang sengaja dimainkan, maka sudah waktunya terang menggantikan gelap.

(RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Enable Notifications OK No thanks