BeritaKabupatenPemerintahan

CCTV “Mati” Saat Anak Tenggelam? Kampung Selon Menunggu Kejujuran, Bukan Cerita Berubah-ubah

122
×

CCTV “Mati” Saat Anak Tenggelam? Kampung Selon Menunggu Kejujuran, Bukan Cerita Berubah-ubah

Sebarkan artikel ini

Mantv7.com | Tangerang — Suasana duka menyelimuti warga Kampung Selon RT 01/04, Desa Merak, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, menyusul meninggalnya seorang anak perempuan berusia 12 tahun bernama Nurhalimah. Korban ditemukan tidak bernyawa pada Minggu, 15 Februari 2026, setelah sebelumnya dilaporkan hilang sekitar pukul 16.30 WIB.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, hilangnya korban pertama kali diketahui pada sore hari. Menyadari hal tersebut, keluarga bersama warga sekitar segera melakukan pencarian secara intensif hingga malam hari. Upaya pencarian tersebut berakhir sekitar pukul 19.30 WIB, ketika korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sebuah kolam milik warga setempat bernama Wawan, yang akrab disapa Ogo. Korban diduga meninggal dunia akibat tenggelam.

Namun di balik peristiwa tragis itu, keluarga korban mengaku menemukan sejumlah kejanggalan yang memicu tanda tanya besar. Salah satu hal yang disoroti adalah keberadaan kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sekitar area kolam. Keluarga menyatakan keinginan untuk melihat rekaman CCTV guna mengetahui kronologi pasti kejadian yang menimpa korban.

Sayangnya, permintaan tersebut tidak langsung terpenuhi. Pemilik kolam beralasan bahwa CCTV tidak berfungsi dengan dalih kabel dicabut untuk keperluan setrika, serta alasan lain bahwa kabel dalam kondisi terputus. Alasan tersebut dinilai tidak masuk akal oleh pihak keluarga dan justru memperkuat kecurigaan adanya kejanggalan dalam peristiwa tersebut.

Pada Senin malam, 16 Februari 2026, pihak keluarga sempat menggelar musyawarah bersama Ketua RT setempat dan pemilik kolam. Dalam pertemuan itu, pemilik kolam menyatakan kesediaannya untuk memperlihatkan rekaman CCTV kepada keluarga korban. Namun, keesokan harinya pemilik kolam tidak berada di lokasi dengan alasan pergi berziarah ke Bogor, sehingga kembali menimbulkan kekecewaan dan kecurigaan dari pihak keluarga.

Ayah korban, Samhudi, saat diwawancarai pada Selasa, 17 Februari 2026, mengungkapkan harapannya agar peristiwa yang merenggut nyawa anaknya tersebut dapat diungkap secara jelas dan terbuka.

“Saya hanya ingin tahu kronologinya, seperti apa sebenarnya anak saya meninggal dunia,” ujarnya dengan nada lirih.

Atas dasar berbagai kejanggalan tersebut, pihak keluarga menyatakan akan melaporkan peristiwa ini kepada aparat kepolisian. Langkah tersebut diambil agar dilakukan penyelidikan secara menyeluruh, profesional, dan transparan guna mengungkap penyebab pasti meninggalnya korban serta memberikan rasa keadilan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Peristiwa ini pun menyita perhatian warga sekitar. Mereka berharap aparat penegak hukum dapat segera turun tangan dan bekerja secara objektif untuk memastikan kebenaran fakta di balik tragedi meninggalnya seorang anak di bawah umur yang mengguncang lingkungan Kampung Selon.

(RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Enable Notifications OK No thanks