BeritaBisnis & PasarKabupatenPemerintahanPerdataPidana

Bagaimana Bisa? FIF yang Menjual Jasa Pelayanan Justru Bungkam: Kepala Cabang dan Kepala RCF Diam, Kepercayaan Konsumen Dipertaruhkan

145
×

Bagaimana Bisa? FIF yang Menjual Jasa Pelayanan Justru Bungkam: Kepala Cabang dan Kepala RCF Diam, Kepercayaan Konsumen Dipertaruhkan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi gambar yang memperlihatkan topik narasi rilisan berita, penuh dengan rasa kemaslahatan masyarakat demi menegakkan keadilan. (Foto: Mantv7.com)

Mantv7.com | Tangerang — Kepercayaan adalah fondasi utama bisnis pembiayaan. Tanpa itu, cicilan hanyalah angka dan kontrak hanya lembar kertas. Namun di kantor cabang Federal International Finance (FIF) Balaraja, kepercayaan publik kini seperti sedang diuji oleh satu hal yang terasa sederhana namun berdampak besar: pertanyaan yang tidak dijawab.

Redaksi Mantv7.com telah mengirimkan link berita disertai uraian keterangan pengiriman pemberitaan kepada dua pucuk pimpinan cabang: Kepala Cabang FIF Balaraja dan Kepala RCF. Konfirmasi ini dilakukan agar publik mendengar penjelasan langsung dari pihak yang memegang kendali kebijakan dan operasional di cabang tersebut.

Namun hingga berita ini disusun, tidak ada respons dari keduanya. Tidak ada klarifikasi, tidak ada bantahan, bahkan sekadar kalimat singkat yang menandakan bahwa pertanyaan publik dianggap penting. Dalam dunia komunikasi publik, sikap seperti ini jarang berhenti sebagai keheningan biasa ia sering berubah menjadi sumber pertanyaan yang lebih besar.

Perlu dipahami, posisi Kepala Cabang adalah pucuk komando operasional cabang. Ia bertanggung jawab atas seluruh kebijakan layanan, tata kelola operasional, hingga reputasi cabang Federal International Finance di mata masyarakat. Ketika persoalan pelayanan menjadi sorotan, publik wajar menunggu penjelasan dari kursi tersebut.

Ilustrasi gambar yang memperlihatkan topik narasi rilisan berita, penuh dengan rasa kemaslahatan masyarakat demi menegakkan keadilan. (Foto: Mantv7.com)

Sementara itu Kepala RCF memimpin unit Remedial Collection Field, bagian yang mengendalikan penanganan kredit bermasalah dan aktivitas penagihan lapangan. Unit ini memantau konsumen yang menunggak, mengoordinasikan tim collector, serta memastikan proses penyelesaian berjalan sesuai prosedur perusahaan. Dengan fungsi seperti itu, posisi ini tentu memahami detail praktik yang terjadi di lapangan.

Ketika dua posisi strategis ini memilih diam, ruang informasi menjadi kosong. Dan dalam ruang kosong itu, pertanyaan publik bergerak cepat. Masyarakat mulai bertanya-tanya apakah diam tersebut sekadar kehati-hatian komunikasi atau justru sinyal bahwa persoalan yang dibicarakan belum siap dijelaskan.

Buyung E dari YLPK PERARI Kabupaten Tangerang menilai bahwa komunikasi terbuka justru menjadi cara paling sehat untuk menjaga kepercayaan publik. Menurutnya, perusahaan pembiayaan yang kuat biasanya tidak takut menjelaskan prosedur yang mereka jalankan.

“Kalau semuanya berjalan sesuai aturan, publik akan lebih percaya ketika perusahaan mau menjelaskan. Tapi kalau pertanyaan dibiarkan menggantung terlalu lama, wajar jika masyarakat mulai mengisi kekosongan itu dengan dugaan dan kecurigaan,” ujar Buyung.

Bagi masyarakat yang hidup dari kendaraan kredit, persoalan seperti ini bukan sekadar wacana. Banyak keluarga menggantungkan penghasilan pada kendaraan yang mereka cicil setiap bulan. Ketika perusahaan terlihat mudah menawarkan layanan tetapi sulit menjawab pertanyaan, rasa aman konsumen perlahan berubah menjadi kegelisahan.

Redaksi Mantv7.com kembali menegaskan bahwa ruang klarifikasi tetap terbuka bagi pimpinan Federal International Finance Cabang Balaraja. Karena dalam bisnis yang menjual kepercayaan, terkadang satu penjelasan jujur jauh lebih kuat daripada keheningan yang terlalu lama.

(RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Enable Notifications OK No thanks