Mantv7.com | Tangerang – Tidak semua yang berlalu benar-benar pergi. Ada yang tetap tinggal, diam di dalam ingatan, menunggu waktu yang tepat untuk kembali terasa. “7 Art’s” adalah salah satunyabukan sekadar nama, tapi sebuah cerita yang masih hidup sampai hari ini.
Semua berawal dari Daar el Qolam angkatan ke-29. Tempat di mana semuanya dulu terasa sederhana. Hari-hari diisi tawa, cerita, dan kebersamaan yang saat itu mungkin dianggap biasa, tapi kini justru jadi hal yang paling dirindukan.

Rizki yang akrab dipanggil “Mbah”, bersama Sutan, Whindy, Lingga, Sofa, Yeppy, dan Oim, bukan hanya sekadar teman. Mereka adalah bagian dari perjalanan hidup yang saling menguatkan, saling mengenal tanpa banyak batas.
Waktu berjalan, kehidupan berubah. Kini semuanya sudah berkeluarga, memiliki pasangan, bahkan anak-anak. Tanggung jawab bertambah, kesibukan tidak lagi sama seperti dulu. Namun ada satu hal yang tetap utuh: rasa kebersamaan yang tidak pernah benar-benar hilang.

Di tengah semua itu, sosok “Mbah” tetap menjadi pusat yang menenangkan. Dituakan bukan karena usia, tapi karena sikap dan kedewasaan. Tempat kembali saat lelah, dan penyeimbang ketika suasana mulai berubah.
Namun justru di situlah keunikannya. Mbah bukan hanya sosok yang bijak, tapi juga pemecah keseriusan. Ia tidak pernah benar-benar marah atau kesal dalam candaan. Selalu ada cara untuk membuat suasana kembali cair, menghadirkan tawa yang sederhana tapi bermakna.
Dari situlah terasa, bahwa persahabatan ini tidak pernah mati. Ia tetap hidup dalam hal-hal kecil dalam canda, dalam obrolan ringan, dan dalam rasa yang tetap terjaga meski jarang bertemu.
Kehadiran Filian dan Naily sebagai “2 Angel” melengkapi semuanya. Mereka bukan sekadar tambahan, melainkan penyeimbang yang menjaga suasana tetap hangat dan nyaman. Kehadiran mereka membuat lingkaran ini terasa utuh.
Kini, yang selama ini hanya menjadi rencana, akhirnya akan terwujud. Sebuah pertemuan sederhana yang membawa makna besar, menjadi ruang untuk kembali menyambung cerita yang sempat terjeda.

Tanggal 11 April menjadi momen yang dinanti. Dalam tajuk “7 Art’s Road to 25’th”, mereka akan berkumpul di Daar el Qolam dan berlanjut ke Bintaro Exchange, caffeshop dan smoking area. Dengan dresscode hitam bergambar, acara dimulai pukul 14.00 hingga 21.59, lengkap dengan aturan khas: “ontime, yang telat bayar”.
Pada akhirnya, ini bukan soal tempat atau acara. Ini tentang kebersamaan yang kembali dirasakan. Tentang tawa yang tidak berubah, dan tentang ikatan yang tetap ada. Karena “7 Art’s” membuktikan satu hal: persahabatan sejati tidak pernah usang, ia hanya menunggu waktu untuk kembali terasa.
(RED)











