BeritaKabupatenPemerintahan

Silaturahmi Tokoh di Bandung Perkuat Budaya Lampung, Dorong Kolaborasi Sosial di Jawa Barat

218
×

Silaturahmi Tokoh di Bandung Perkuat Budaya Lampung, Dorong Kolaborasi Sosial di Jawa Barat

Sebarkan artikel ini

Mantv7.com | Tangerang — Silaturahmi lintas tokoh berlangsung di Bandung, Jawa Barat, dalam suasana hangat pasca Lebaran, mempertemukan unsur adat, aparat negara, dan pejabat publik dalam satu ruang dialog yang membahas penguatan budaya serta kebersamaan sosial di tengah masyarakat yang semakin beragam. Pertemuan ini dihadiri oleh Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., Pangeran Sangun Ratu Ya Bandar (II), Bandakh Way Ukhang Makhga Legun Way Handak, SPDB Drs. Pangeran Edward Syah Pernong, S.H., M.H., Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-23 Kepaksian Pernong Lampung, serta Yuniar Hikmat Ginanjar, S.H., M.H., Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jawa Barat. Kehadiran ketiganya mencerminkan sinergi antara tokoh adat, institusi negara, dan pelayanan publik dalam satu forum komunikasi yang konstruktif.

Pertemuan berlangsung dalam suasana cair dan terbuka, tanpa sekat formal yang kaku. Hubungan yang telah terjalin sejak lama di antara para tokoh membuat dialog berjalan natural, dengan pembahasan yang langsung menyentuh persoalan nyata di tengah masyarakat, khususnya terkait peran budaya dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam forum tersebut, SPDB Drs. Pangeran Edward Syah Pernong, S.H., M.H. menegaskan bahwa silaturahmi ini memiliki makna lebih dari sekadar pertemuan pasca hari raya, melainkan bagian dari upaya menjaga kesinambungan nilai budaya dan memperkuat kebersamaan di tengah perubahan sosial. “Silaturahmi ini kami lakukan untuk menjaga kebersamaan dan memastikan budaya Lampung tetap hidup di tengah masyarakat.

Nilai adat, cara hidup, dan pendidikan berbasis budaya harus terus dijaga agar tidak hilang di generasi muda. Kita ingin masyarakat tetap memiliki pegangan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai tindak lanjut, kami juga telah merencanakan pertemuan Ikatan Keluarga Besar Lampung di Jawa Barat pada tanggal 26, sebagai langkah memperkuat kebersamaan dan menyatukan gerak masyarakat Lampung di perantauan,” ujar Edward Syah Pernong.

Ia menambahkan, pelestarian budaya tidak cukup hanya dalam bentuk simbol, tetapi harus hadir dalam praktik kehidupan sehari-hari, termasuk dalam cara bersikap, berinteraksi, dan membangun hubungan sosial yang sehat di tengah masyarakat.

Di sisi lain, Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. sebagai Kapolda Jawa Barat tetap menunjukkan komitmen dalam menjaga komunikasi lintas tokoh meski di tengah kesibukan tugas menjaga keamanan wilayah. Silaturahmi ini menjadi salah satu bentuk pendekatan sosial yang memperkuat hubungan antara institusi dan masyarakat.

Sementara itu, kehadiran Yuniar Hikmat Ginanjar sebagai Kepala Kanwil BPN Jawa Barat juga memberikan perspektif penting terkait peran pelayanan publik dalam mendukung stabilitas sosial, khususnya dalam bidang pertanahan yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat.

Pembahasan dalam pertemuan ini turut menyoroti pentingnya pendidikan berbasis nilai budaya sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda. Pendidikan tidak hanya dipahami sebagai capaian akademik, tetapi juga sebagai proses membangun jati diri yang berakar pada nilai dan identitas budaya.

Selain itu, kolaborasi antara masyarakat Lampung dan Sunda di Jawa Barat menjadi bagian penting dalam diskusi. Perbedaan budaya dipandang sebagai kekuatan yang dapat memperkaya kehidupan sosial, selama dibangun dengan sikap saling menghormati dan terbuka.

Rencana pertemuan Ikatan Keluarga Besar Lampung pada 26 April di Jawa Barat diharapkan menjadi ruang konsolidasi masyarakat perantauan untuk memperkuat solidaritas, memperluas jaringan sosial, serta meningkatkan kontribusi dalam kehidupan bermasyarakat di daerah tempat tinggal.

Silaturahmi ini menjadi cerminan bahwa komunikasi lintas tokoh, jika dijaga secara konsisten, dapat menjadi fondasi kuat dalam merawat harmoni sosial dan menjaga keberlanjutan nilai budaya di tengah dinamika masyarakat modern.

(RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Enable Notifications OK No thanks