Mantv7.com | Jakarta — Integritas, profesionalitas, dan keberanian menjaga kehormatan institusi menjadi harapan besar masyarakat terhadap seluruh jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Setiap prajurit dan anggota kepolisian diharapkan berdiri tegak di atas hukum serta tidak memberikan perlindungan atau backing terhadap perbuatan yang bertentangan dengan hukum.
Ketua DPD YLPK PERARI Kepri Feri Hariansyah, S.H.: “Kami Apresiasi, Tetapi Masyarakat Menunggu Bukti Nyata, Jangan Hanya Menjadi Slogan”
Pesan bertajuk “Janji TNI–Polri: Bersama Jaga Marwah Institusi” membawa pesan moral bahwa kewibawaan sebuah institusi tidak semata-mata ditentukan oleh seragam, pangkat, ataupun jabatan.
Kehormatan institusi juga dibangun melalui kejujuran, kedisiplinan, profesionalitas, keberanian menolak penyimpangan, serta konsistensi setiap personel dalam menjalankan amanah negara.
Pesan tersebut diarahkan kepada seluruh tingkatan jajaran Polri, mulai dari Mabes Polri, Polda, Polrestabes, Polresta, Polres hingga Polsek. Demikian pula jajaran TNI, mulai dari Mabes TNI, Kodam, Korem, Kodim hingga Koramil.
Pesannya sederhana tetapi tegas: jangan membiarkan hubungan pertemanan, kedekatan dengan atasan maupun bawahan, kepentingan pribadi, atau tekanan dari pihak mana pun menyeret aparat untuk membela, melindungi, ataupun membiarkan suatu perbuatan yang bertentangan dengan hukum.
“Jangan pernah membiarkan rekan, atasan, bawahan maupun pihak mana pun meminta atau mengajak kita melakukan hal yang melanggar hukum, aturan dan nurani. Sekecil apa pun perbuatan yang tidak benar akan merusak kepercayaan masyarakat, mencoreng nama baik institusi serta mengkhianati sumpah dan janji pengabdian.”
TNI–POLRI dan Kepercayaan Masyarakat
TNI dan Polri mempunyai fungsi dan kewenangan yang berbeda sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Namun, keduanya mempunyai tanggung jawab besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama dalam bidang pertahanan, keamanan, ketertiban serta perlindungan masyarakat sesuai dengan tugas masing-masing.
Karena itu, sinergitas TNI–Polri harus tetap dibangun berdasarkan kepentingan bangsa dan negara, profesionalitas serta penghormatan terhadap hukum.
Kepercayaan masyarakat menjadi modal yang sangat penting. Ketika terdapat dugaan pelanggaran oleh oknum, masyarakat berharap mekanisme pemeriksaan dan penegakan aturan dapat berjalan secara objektif, transparan, profesional dan tidak pandang bulu.
Sebaliknya, prajurit TNI maupun anggota Polri yang bekerja dengan baik, menjaga kehormatan korps serta melayani masyarakat secara profesional juga selayaknya memperoleh penghargaan dan dukungan.
Semangat Polri Presisi dan TNI Profesional pada akhirnya harus terlihat melalui tindakan nyata dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Feri Hariansyah: Apresiasi, tetapi Jangan Berhenti pada Slogan
Ketua DPD YLPK PERARI Provinsi Kepulauan Riau, Feri Hariansyah, S.H., menyampaikan apresiasi terhadap semangat dan komitmen untuk menjaga marwah TNI–Polri serta menolak praktik backing terhadap perbuatan yang tidak benar.
Namun, menurut Feri, masyarakat tentu akan menilai sejauh mana komitmen tersebut benar-benar diterapkan dalam praktik, terutama sampai pada jajaran paling bawah.
“Kami sangat mengapresiasi janji TNI–Polri tersebut. Kita lihat saja pelaksanaannya ke depan, jangan hanya menjadi slogan seperti yang selama ini kerap kita dengar. Kalau komitmen ini benar-benar dijalankan sampai ke jajaran paling bawah, tentu masyarakat akan memberikan kepercayaan dan penghargaan yang tinggi,” ujar Feri Hariansyah, S.H.
Menurutnya, membangun budaya institusi yang konsisten serta membersihkan berbagai praktik yang tidak sesuai dengan aturan bukanlah pekerjaan sederhana. Dibutuhkan keberanian, ketegasan dan komitmen bersama dari pimpinan hingga anggota di lapangan.
Feri bahkan mengibaratkan besarnya tantangan tersebut seperti “memindahkan Gunung Everest.”
“Memang tidak mudah. Sepertinya bagaikan memindahkan Gunung Everest. Tetapi kalau ada kemauan dan ketegasan dari pimpinan sampai jajaran bawah, bukan berarti tidak dapat dilakukan,” kilahnya.
“Masyarakat Membutuhkan Bukti, Bukan Sekadar Janji”
Feri menilai ukuran paling nyata dari sebuah komitmen adalah pelaksanaannya. Karena itu, menurutnya, masyarakat membutuhkan bukti bahwa setiap dugaan penyimpangan benar-benar ditangani melalui mekanisme hukum dan aturan yang berlaku.
Ia juga berharap jangan sampai ada anggota yang merasa memiliki perlindungan tertentu ketika melakukan pelanggaran hanya karena mempunyai hubungan dengan pejabat, atasan, pengusaha ataupun kelompok tertentu.
Pada saat yang sama, prinsip praduga tak bersalah tetap harus dihormati. Tuduhan terhadap seseorang tidak boleh otomatis dianggap benar sebelum diperiksa dan dibuktikan melalui mekanisme yang sah.
Menurut Feri, justru melalui proses yang transparan, profesional dan tidak diskriminatif, kepercayaan masyarakat terhadap TNI dan Polri dapat semakin kuat.
“Kalau salah, katakan salah. Kalau benar, harus dilindungi. Jangan hukum dipengaruhi kepentingan dan jangan ada perlakuan berbeda hanya karena pangkat, jabatan ataupun kedekatan,” tegasnya.
Jaga Marwah Institusi, Jaga Kepercayaan Rakyat
MANTV7 memandang kritik terhadap institusi seharusnya ditempatkan sebagai bagian dari kontrol sosial yang konstruktif. Kritik tidak ditujukan untuk merendahkan TNI ataupun Polri, melainkan untuk mendorong agar kedua institusi negara tersebut semakin profesional, dipercaya dan dicintai masyarakat.
Menjaga marwah institusi berarti berani menjaga anggota yang benar sekaligus berani mengambil tindakan terhadap setiap dugaan pelanggaran melalui prosedur yang berlaku.
Pesan moralnya pun jelas:
“Jadilah prajurit TNI dan anggota Polri yang bersih, jujur, profesional dan berintegritas. Demi bangsa, negara dan masyarakat, katakan TIDAK terhadap segala bentuk perbuatan yang tidak benar.”
TNI–POLRI UNTUK INDONESIA MAJU
(RED)











