Berita

PANGGUNG TRADISI 2 SUKSES DIGELAR, PADEPOKAN MAHKOTA TIRAJA BALE RAJA PERKUAT PELESTARIAN BUDAYA LELUHUR BANTEN

46
×

PANGGUNG TRADISI 2 SUKSES DIGELAR, PADEPOKAN MAHKOTA TIRAJA BALE RAJA PERKUAT PELESTARIAN BUDAYA LELUHUR BANTEN

Sebarkan artikel ini

Mantv7.com | TANGERANG — Alhamdulillah, kegiatan Panggung Tradisi 2: Warisan Budaya Ngaleseh Bareng berlangsung lancar pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi, edukasi, dan promosi seni budaya tradisional sekaligus mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih mengenal dan mencintai warisan leluhur Banten.

Acara tersebut dihadiri para pembina Padepokan Mahkota TiraJA Bale Raja, yakni Pak Ujang Sobur, Pak Didi, Ucu Samsu Komar yang dikenal dengan panggilan Bang Bacung, serta Zarkasih, S.H., yang dikenal sebagai Bang Rizal, TB. Bayu. DY., yang biasa di panggil Allen dan Kun Hasipuddin. Kehadiran para pembina menjadi bagian penting dalam memperkuat kebersamaan dan mendukung keberlanjutan pelestarian seni budaya di wilayah Balaraja, Kabupaten Tangerang.

Mengusung semangat “Pelestarian Seni Budaya Para Leluhur Banten”, kegiatan ini tidak sekadar menjadi hiburan rakyat, tetapi juga ruang untuk menjaga identitas daerah dan mewariskan tradisi kepada generasi penerus. Melalui Panggung Tradisi 2, masyarakat diajak memahami bahwa budaya bukan hanya peninggalan masa lalu, melainkan kekayaan yang perlu dirawat agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Riko Filliang menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada seluruh tamu undangan, perwakilan dinas dan instansi terkait, para pembina, pelaku seni, masyarakat, serta seluruh dulur sadayana dan pihak pendukung yang telah hadir dan berkontribusi menyukseskan acara. Ia berharap kebersamaan tersebut dapat terus terjaga dan menjadi kekuatan untuk melanjutkan kegiatan pelestarian budaya di Balaraja.

“Alhamdulillah, acara Panggung Tradisi 2 berjalan lancar. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh undangan, para pembina, masyarakat, dan semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Ini atas nama Banten, atas nama Balaraja, demi pelestarian seni dan budaya. Semoga kebersamaan ini terus terjaga dan budaya leluhur kita tetap dikenal oleh generasi mendatang,” ungkap Riko Filliang. Kutipan langsung ini perlu dikonfirmasi kepada Riko sebelum diterbitkan.

Dukungan terhadap pelestarian budaya juga menjadi semangat yang diharapkan terus dijaga oleh para pembina Padepokan Mahkota TiraJA Bale Raja. Dalam konteks tersebut, para pembina memiliki peran penting untuk mendorong regenerasi pelaku seni, menjaga nilai-nilai tradisi, dan membangun kepedulian masyarakat terhadap kekayaan budaya daerah. Pelestarian budaya membutuhkan kebersamaan, konsistensi, dan keterlibatan lintas generasi.

Sejumlah kesenian tradisional menjadi bagian dari rangkaian acara, mulai dari seni tari, pencak silat, hingga debus Banten. Penampilan putra-putri daerah memberikan ruang bagi para pelaku seni untuk memperkenalkan keterampilan dan kekhasan tradisi Banten sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya lokal. Pertunjukan tersebut juga diharapkan dapat menarik minat generasi muda untuk mempelajari kesenian tradisional.

Selain itu, kegiatan ini turut memperkenalkan seni ngawih dan ngidung, Beduk Bale, serta dongeng leluhur. Ragam pertunjukan tersebut memperlihatkan kekayaan ekspresi budaya Banten, mulai dari seni gerak, musik tradisional, hingga tradisi lisan yang menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal. Keberagaman inilah yang perlu terus dikenalkan agar tidak tergerus oleh perubahan zaman.

Konsep ngaleseh bareng menghadirkan suasana kebersamaan yang akrab dan merakyat. Masyarakat dapat menikmati pertunjukan sekaligus mempererat silaturahmi dalam suasana budaya yang terbuka. Pesan yang ingin dibangun adalah bahwa menjaga tradisi bukan hanya tugas pelaku seni atau padepokan, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

Kegiatan ini juga mengangkat potensi ekonomi lokal melalui kehadiran pedagang jajanan tradisional dan pelaku usaha masyarakat. Selain memperkenalkan kuliner tradisional, keterlibatan pedagang memberikan kesempatan untuk memperoleh manfaat ekonomi dari kegiatan kebudayaan. Unsur edukasi turut dihadirkan melalui pengenalan kerajinan janur dan hiburan rakyat berupa layar tancep yang membawa suasana tradisional lebih dekat kepada masyarakat.

Para pembina Padepokan Mahkota TiraJA Bale Raja diharapkan terus menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan kegiatan budaya, termasuk melalui pembinaan, pelatihan, dan regenerasi pelaku seni. Semangat tersebut sejalan dengan tujuan agar pencak silat, debus, seni tari, dan berbagai tradisi Banten tidak berhenti sebagai pertunjukan sesaat, tetapi tetap dipelajari dan diwariskan. Pernyataan langsung atas nama masing-masing pembina sebaiknya ditambahkan setelah dikonfirmasi kepada yang bersangkutan.

Panggung Tradisi 2 diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat identitas budaya Balaraja sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Banten kepada khalayak yang lebih luas. Dukungan masyarakat, pelaku seni, pembina, serta pihak terkait diperlukan agar kegiatan serupa dapat berkelanjutan. Budaya akan tetap hidup apabila diwariskan, dipelajari, dipraktikkan, dan diberi ruang bagi generasi penerus untuk mengembangkannya.

Dengan terlaksananya kegiatan tersebut, Padepokan Mahkota TiraJA Bale Raja menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung acara. Semangat “Atas nama Banten, atas nama Balaraja, demi pelestarian seni dan budaya” diharapkan terus menjadi penggerak kebersamaan untuk merawat warisan leluhur, memperkuat persaudaraan, serta menjaga agar seni budaya Banten tetap lestari dan membanggakan bagi generasi mendatang.

(RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Enable Notifications OK No thanks