Mantv7.com |TANGERANG — Nilai-nilai kesopanan, kepedulian, dan rasa terima kasih yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Indonesia dinilai perlu terus dijaga di tengah dinamika kehidupan modern. Di tengah perubahan zaman, adab dan budi pekerti tetap menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan sosial yang harmonis dan bermartabat.
Ketua DPC YLPK PERARI Kabupaten Tangerang, Donny Putra T., S.H., menyampaikan pesan reflektif mengenai pentingnya menjaga adab, menghargai kebaikan, serta tidak melupakan jasa orang lain. Menurutnya, budi pekerti tidak cukup diwujudkan melalui ucapan, tetapi harus tercermin dalam sikap, perilaku, dan cara seseorang memperlakukan sesama.
Ungkapan “Hewan ganas saja bisa balas budi, masa manusia tidak?” menjadi pesan moral yang mengajak masyarakat untuk kembali merenungkan makna rasa terima kasih. Kalimat tersebut bukan dimaksudkan untuk merendahkan manusia, melainkan sebagai pengingat bahwa kemampuan menghargai kebaikan merupakan bagian penting dari kematangan moral dan hati nurani.
Balas Budi, Cerminan Adab dan Karakter
Dalam kehidupan bermasyarakat, budaya saling membantu dan membalas kebaikan merupakan bagian dari nilai luhur yang telah lama tumbuh di Indonesia. Tradisi gotong royong, tolong-menolong, menghormati orang yang lebih tua, serta menghargai jasa sesama menjadi warisan sosial yang perlu dipertahankan lintas generasi.
Balas budi tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk materi. Ucapan terima kasih yang tulus, kesediaan membantu ketika orang lain membutuhkan, menjaga kepercayaan, serta tetap menghormati mereka yang pernah memberikan pertolongan merupakan bentuk penghargaan yang tidak kalah bermakna.
Sebaliknya, ketika kebaikan dianggap sebagai sesuatu yang biasa dan jasa orang lain dilupakan begitu saja, hubungan sosial berisiko kehilangan kehangatan, kepercayaan, dan rasa saling menghargai. Karena itu, mengingat kebaikan bukan sekadar persoalan etika, melainkan juga bagian dari upaya menjaga kualitas hubungan antarmanusia.
Modernisasi Jangan Sampai Mengikis Nilai Kesantunan
Perkembangan teknologi, perubahan pola komunikasi, dan dinamika kehidupan modern telah membawa banyak kemudahan. Namun, kemajuan tersebut seharusnya berjalan beriringan dengan penguatan karakter, bukan justru menggeser nilai kesantunan, kepedulian, dan penghormatan terhadap sesama.
Adab tidak ditentukan oleh jabatan, kekayaan, tingkat pendidikan, ataupun kedudukan sosial seseorang. Karakter seseorang justru dapat terlihat dari bagaimana ia memperlakukan orang lain, terutama ketika tidak ada kepentingan yang mengharuskannya bersikap baik.
Nilai-nilai ketimuran juga tidak cukup hanya disampaikan melalui pidato, slogan, atau kegiatan seremonial. Nilai tersebut perlu diwujudkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, organisasi, dunia kerja, maupun masyarakat luas.
Kebaikan Tidak Menuntut Imbalan, tetapi Jasa Tetap Patut Dihargai
Pesan mengenai balas budi bukan berarti setiap pertolongan harus dibayar kembali. Ketulusan tetap menjadi dasar dalam membantu sesama. Namun, ketulusan juga tidak seharusnya dijadikan alasan untuk mengabaikan rasa terima kasih atau melupakan kebaikan yang pernah diterima.
Menghargai jasa orang lain merupakan bentuk kedewasaan moral. Seseorang dapat memiliki perbedaan pandangan, menempuh jalan hidup yang berbeda, bahkan tidak lagi menjalin hubungan dekat dengan orang yang pernah membantunya. Meski demikian, pengakuan atas kebaikan yang pernah diterima tetap menjadi cerminan karakter dan keluhuran budi.
Pada akhirnya, kekuatan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemajuan ekonomi, teknologi, dan pembangunan fisik. Lebih dari itu, bangsa yang bermartabat adalah bangsa yang mampu menjaga nilai kemanusiaan, kesantunan, kepedulian, serta penghargaan terhadap sesama.
Pesan moral yang dapat direnungkan bersama adalah bahwa manusia memiliki akal, hati nurani, dan kemampuan untuk membedakan baik dan buruk. Oleh karena itu, jangan sampai kemajuan zaman justru membuat rasa terima kasih semakin kehilangan maknanya.
Sebab, kebaikan mungkin tidak selalu menuntut balasan, tetapi menghargai kebaikan adalah tanda bahwa adab masih hidup dalam diri manusia.
Mantv7.com — Mengawal Fakta, Menyuarakan Kepedulian.
(RED)











