AgamaBeritaNasionalVideo

Kehangatan Ramadan: Momentum Berharga Memuliakan Orang Tua, Membuka Pintu Berkah, Rahmat, dan Keberkahan dalam Hidup

88
×

Kehangatan Ramadan: Momentum Berharga Memuliakan Orang Tua, Membuka Pintu Berkah, Rahmat, dan Keberkahan dalam Hidup

Sebarkan artikel ini

Mantv7.com | Pada 2018, ketika Raisa merilis Lagu Untukmu, banyak yang mendengarnya sekadar sebagai lagu rindu. Namun bagi anak yang terlalu lama menunda pulang, lagu itu seperti cermin yang tak bisa dihindari. Ia memantulkan wajah kita yang sibuk, yang selalu punya alasan, yang terus berkata “nanti”. Sementara di sudut rumah yang sederhana, ada ayah dan ibu yang setiap hari menunggu tanpa pernah menagih, menatap pintu dengan harap yang tak pernah benar-benar padam.

Pertanyaan lembut, “Sayang, apa kabarmu?” terdengar ringan, tetapi di baliknya ada cinta yang tak pernah berhenti bekerja. Mereka memastikan kita baik-baik saja, meski lututnya mulai sakit saat berdiri terlalu lama, meski penglihatannya tak seterang dulu, meski malam terasa semakin panjang. Mereka memilih menyembunyikan rasa perihnya agar kita tetap merasa kuat. Mereka menahan sunyi agar kita tak merasa bersalah.

Yang lebih menyayat, banyak orang tua justru enggan tinggal bersama anaknya. Bukan karena tak ingin dekat, tetapi karena takut dianggap merepotkan. Mereka khawatir menjadi tambahan beban, takut kehadirannya membuat rumah terasa sempit. Harga diri mereka berdiri kokoh meski tubuhnya mulai rapuh. Mereka pernah menjadi sandaran kita dalam segala hal, kini mereka takut terlalu lama bersandar.

Generasi mereka dibesarkan dengan prinsip: selama masih mampu berdiri, jangan menggantungkan diri. Tinggal bersama anak sering dimaknai sebagai tanda ketergantungan. Padahal yang mereka jaga bukan gengsi, melainkan martabat. Mereka ingin dihormati sebagai orang tua, bukan diperlakukan sebagai tanggungan.

Ustadz Ambia Dahlan Abdullah, S.Ag, selaku Ketua Umum JAMDAL (Jaringan Mubalig Daar El Qolam La Tansa). Foto: Mantv7.com

Ketua Umum Jaringan Mubalig Daar El Qolam La Tansa (JAMDAL), Ustadz Ambia Dahlan Abdullah, S.Ag, pernah menegaskan dalam tausiyahnya, “Ridho Allah ada pada ridho kedua orang tua. Jangan biarkan mereka merasa menjadi beban, karena sejatinya mereka adalah pintu rahmat dalam hidup kita.”

Beliau juga mengingatkan agar anak berani berkata dengan tulus bahwa orang tua adalah rahmat, adalah kramat, adalah keberkahan. Beri kesempatan kepada anak-anaknya untuk meraih rahmat, kramat, dan keberkahan itu selama masih bersama, karena di sanalah kemuliaan hidup ditentukan.

Beberapa jam lagi Ramadan akan hadir. Bulan yang membuat hati lebih mudah luluh dan ego lebih mudah ditundukkan. Jangan hanya sibuk mempersiapkan menu sahur dan takjil. Siapkan juga ruang di rumah dan ruang di hati untuk orang tua. Jika memungkinkan, ajak mereka tinggal bersama selama Ramadan. Biarkan mereka menikmati sahur yang ramai, doa berbuka yang diucap bersama, dan tarawih yang menghangatkan jiwa keluarga.

Jika saudara banyak, bergantianlah dengan kesadaran dan keikhlasan. Buat jadwal yang adil agar setiap anak mendapat kesempatan berbakti. Ramadan bisa menjadi momentum membangun sistem kebersamaan yang lebih terencana dan penuh empati, sehingga tak ada lagi orang tua yang merasa sendirian.

Namun semua itu harus lahir dari ketulusan. Orang tua sangat peka. Mereka tahu mana ajakan yang tulus dan mana yang sekadar formalitas. Maka hadirkan sikap lembut, waktu yang benar-benar disisihkan, dan perhatian yang utuh. Libatkan mereka dalam percakapan, mintalah nasihatnya, dengarkan kisah lama dengan sabar. Saat mereka merasa dihargai, rasa sungkan itu perlahan mencair.

Waktu berjalan tanpa kompromi. Rambut yang memutih dan langkah yang melambat adalah pengingat yang tak bisa ditunda. Jangan sampai suatu hari kita hanya bisa berdiri dalam penyesalan, menyadari bahwa kebersamaan yang dulu mudah dilakukan justru terlalu sering kita tunda.

Ramadan kali ini adalah peluang memperbaiki hubungan sebelum terlambat. Sampaikan dengan jujur dan penuh cinta bahwa mereka bukan beban. Mereka adalah rahmat, kramat, dan keberkahan dalam hidup kita. Selagi Allah masih memberi waktu, jangan biarkan orang tua menua dalam sepi yang sebenarnya bisa kita hangatkan dengan kehadiran kita.

(OIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Enable Notifications OK No thanks