Berita

KPJ Balaraja 21 Tahun: Dari Kerasnya Jalanan Lahir Persaudaraan, Kepedulian, dan Semangat Menjaga Budaya Nusantara

444
×

KPJ Balaraja 21 Tahun: Dari Kerasnya Jalanan Lahir Persaudaraan, Kepedulian, dan Semangat Menjaga Budaya Nusantara

Sebarkan artikel ini

Mantv7.com | Tangerang — Di balik riuh kendaraan, lampu jalan yang tak pernah benar-benar tidur, dan kerasnya kehidupan yang sering memaksa banyak orang bertahan dengan cara sederhana, ada kisah tentang persaudaraan yang tumbuh tanpa sekat. Kisah tentang orang-orang kecil yang tetap menjaga hati mereka agar tidak kehilangan rasa peduli kepada sesama. Dari sudut-sudut jalanan itulah KPJ (Kumpulan Pengamen Jalanan) Cabang Balaraja lahir, tumbuh, dan bertahan hingga memasuki usia ke-21 tahun sebagai simbol solidaritas, kreativitas, dan kekuatan kebersamaan yang terus hidup di tengah masyarakat.

Bukan sekadar komunitas pengamen jalanan, KPJ Balaraja kini menjelma menjadi ruang persaudaraan bagi banyak insan seni, musisi jalanan, pekerja kreatif, dan masyarakat kecil yang memiliki satu keyakinan yang sama, bahwa hidup bukan hanya tentang bertahan, tetapi juga tentang bagaimana tetap mampu berbagi meski berada dalam keterbatasan. Selama lebih dari dua dekade, komunitas ini menjadi saksi bahwa dari jalanan pun dapat lahir gerakan sosial yang penuh nilai kemanusiaan dan kepedulian.

Sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang tersebut, KPJ Balaraja akan menggelar kegiatan bertajuk “Tasyakuran Milad KPJ Balaraja Ke-21” yang akan dilaksanakan pada Jumat, 29 Mei 2026 di Alun-Alun Balaraja. Mengusung tema “Dari Jalanan Kami Belajar Bertahan, Dari Persaudaraan Kami Belajar Berbagi”, kegiatan ini dipersiapkan bukan hanya sebagai perayaan ulang tahun komunitas, melainkan menjadi panggung kebersamaan yang menyatukan nilai sosial, budaya, dan kemanusiaan dalam satu suasana penuh kehangatan.

Di tengah pandangan sebagian masyarakat yang masih memandang kehidupan jalanan dengan stigma negatif, KPJ Balaraja ingin menunjukkan sisi lain yang jarang terlihat. Bahwa di balik suara gitar yang dimainkan di pinggir jalan, di balik langkah kaki yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain, ada hati-hati sederhana yang terus belajar tentang arti perjuangan, loyalitas, dan kepedulian terhadap sesama manusia. Jalanan telah mengajarkan mereka tentang kerasnya hidup, namun persaudaraanlah yang membuat mereka tetap kuat bertahan hingga hari ini.

Momentum Milad ke-21 ini akan diisi dengan berbagai kegiatan sosial yang sarat makna. Salah satunya adalah santunan bagi anak-anak yatim di wilayah Balaraja dan Telagasari sebagai bentuk cinta dan perhatian kepada generasi penerus bangsa yang membutuhkan uluran kasih sayang bersama. Bagi KPJ Balaraja, kebahagiaan sejati bukan hanya tentang menerima, tetapi juga tentang mampu memberi meski dalam keadaan sederhana.

Tidak hanya menghadirkan kegiatan sosial, acara tersebut juga akan diramaikan dengan pentas seni budaya Nusantara yang menampilkan Debus, Tari Tradisional, Jaipong, hingga Silat Cimande Modern dari TIRAJA BALARAJA. Kehadiran pertunjukan budaya ini menjadi simbol bahwa komunitas jalanan juga memiliki kepedulian besar terhadap warisan leluhur bangsa. Di tengah derasnya arus modernisasi, KPJ Balaraja ingin ikut menjaga agar budaya tradisional tetap hidup, dicintai, dan dikenal oleh generasi muda masa kini.

Ketua KPJ Balaraja, Abdulromdani atau yang akrab disapa Coco, mengatakan bahwa perjalanan 21 tahun bukanlah waktu yang singkat. Banyak cerita perjuangan, air mata, canda, dan rasa kekeluargaan yang mengiringi langkah komunitas tersebut hingga mampu bertahan sampai sekarang. Menurutnya, kegiatan Milad ini menjadi bukti bahwa komunitas jalanan juga mampu menghadirkan kegiatan positif yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas.

“Kami mungkin lahir dari jalanan, tetapi kami ingin menunjukkan bahwa jalanan juga mengajarkan arti kemanusiaan, kesetiaan, dan kepedulian. Kami ingin terus menjadi bagian dari masyarakat yang membawa energi positif, menjaga persaudaraan, dan berbagi kebahagiaan kepada sesama,” ujarnya penuh haru.

Sementara itu, sosok pembina yang selama bertahun-tahun dikenal dekat dan terus merangkul keluarga besar KPJ Balaraja, H. Uchu atau yang akrab disapa Bang Bacung, turut menyampaikan rasa bangga atas perjalanan panjang komunitas tersebut. Menurutnya, KPJ bukan sekadar komunitas jalanan, melainkan keluarga besar yang tumbuh dengan semangat solidaritas dan rasa saling menjaga satu sama lain.

“Saya melihat sendiri bagaimana mereka bertahan dari waktu ke waktu. Anak-anak KPJ ini punya hati, punya rasa persaudaraan, dan punya kepedulian yang besar terhadap sesama. Jangan hanya melihat mereka dari penampilan jalanannya saja, karena di dalam komunitas ini banyak orang-orang baik yang ingin terus belajar menjadi lebih bermanfaat untuk masyarakat,” ungkap Bang Bacung.

Acara ini nantinya juga akan menjadi ajang silaturahmi besar bagi KPJ se-Kabupaten Tangerang, musisi Tangerang Raya, tokoh masyarakat, komunitas seni budaya, hingga masyarakat umum. Kehadiran berbagai elemen tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial yang lebih harmonis antara komunitas jalanan, masyarakat, dan pemerintah daerah. Sebab pada akhirnya, semua manusia memiliki hak yang sama untuk dihargai, dicintai, dan diberi ruang untuk tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat.

Di usia ke-21 tahun ini, KPJ Balaraja ingin terus menyalakan harapan bahwa kebaikan bisa tumbuh dari mana saja, bahkan dari tempat yang sering dipandang sebelah mata sekalipun. Dari jalanan mereka belajar bertahan hidup, namun dari persaudaraan mereka belajar arti berbagi dan memuliakan sesama manusia. Sebuah pesan sederhana namun begitu dalam, bahwa kemanusiaan tidak pernah mengenal status sosial, dan kepedulian tidak pernah membutuhkan kemewahan untuk bisa diberikan.

Melalui Tasyakuran Milad KPJ Balaraja Ke-21, komunitas ini berharap dapat menghadirkan energi positif yang mampu menyentuh hati masyarakat luas. Bukan hanya menjadi acara hiburan rakyat semata, tetapi juga menjadi pengingat bahwa budaya, solidaritas, dan rasa kemanusiaan adalah warisan paling berharga yang harus terus dijaga bersama demi terciptanya kehidupan sosial yang lebih hangat, harmonis, dan penuh cinta kasih terhadap sesama.

(RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Enable Notifications OK No thanks