Berita

Feri Hariansyah, S.H., S.E.: Kehilangan Bukan Selalu Akhir, tetapi Jalan untuk Menemukan Jati Diri

63
×

Feri Hariansyah, S.H., S.E.: Kehilangan Bukan Selalu Akhir, tetapi Jalan untuk Menemukan Jati Diri

Sebarkan artikel ini

Mantv7.com |  RIAU — Ketua DPD Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Perjuangan Anak Negeri (YLPK PERARI) Provinsi Kepulauan Riau (Batam), Feri Hariansyah, S.H., S.E., menyampaikan pesan reflektif tentang makna kehilangan, kemandirian, dan pentingnya mengenal jati diri dalam menjalani kehidupan.

Menurut pesan refleksi yang disampaikan, kehilangan tidak selalu berarti seseorang sedang kehilangan sesuatu yang berharga. Dalam keadaan tertentu, kehilangan justru dapat menjadi momentum untuk menemukan kembali jati diri, membangun kemandirian, dan memahami makna kehidupan secara lebih mendalam.

“Teman bisa pergi, kekasih bisa meninggalkan, dan kenyamanan bisa hilang. Namun, jika dari semua itu kita belajar berdiri dengan kaki sendiri dan mengenal diri lebih dalam, maka kita telah menemukan sesuatu yang jauh lebih berharga,” demikian pesan reflektif tersebut.

Feri Hariansyah menekankan bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan. Ada masa ketika seseorang harus menghadapi perpisahan, kehilangan orang yang selama ini menjadi tempat bersandar, atau mengalami perubahan keadaan yang membuatnya merasa kehilangan arah.

Situasi tersebut memang tidak mudah. Namun, di balik kesedihan dan kekecewaan, seseorang memiliki kesempatan untuk belajar mengambil keputusan secara mandiri, membangun keteguhan hati, serta memahami bahwa kebahagiaan tidak semata-mata bergantung pada kehadiran orang lain.

Belajar Menerima dan Melepaskan

Dalam menjalani kehidupan, kemampuan menerima kenyataan dan melepaskan sesuatu yang tidak lagi dapat dipertahankan merupakan bagian penting dari proses pendewasaan diri.

Kehilangan tidak seharusnya selalu dipandang sebagai akhir dari segalanya. Sebaliknya, pengalaman tersebut dapat menjadi ruang untuk mengevaluasi diri, memperbaiki cara pandang, dan membangun kehidupan yang lebih kuat serta bermakna.

Seseorang juga perlu memahami bahwa harga dirinya tidak ditentukan oleh siapa yang tetap tinggal, siapa yang memilih pergi, atau seberapa nyaman keadaan yang sedang dijalaninya. Nilai seseorang terletak pada karakter, prinsip, kemampuan untuk bertahan, dan keberaniannya untuk terus bertumbuh.

Karena itu, setiap orang perlu belajar berdiri di atas kemampuan sendiri tanpa kehilangan kepedulian terhadap sesama. Kemandirian bukan berarti menutup diri dari orang lain, melainkan mampu menjalani kehidupan dengan kesadaran, tanggung jawab, dan keyakinan terhadap nilai diri sendiri.

Menemukan Diri di Tengah Kehilangan

Pesan tersebut juga mengingatkan bahwa terkadang seseorang baru benar-benar mengenal dirinya setelah menghadapi perubahan besar dalam hidupnya. Ketika hubungan berakhir, kenyamanan menghilang, atau harapan tidak terwujud, seseorang memiliki kesempatan untuk memahami apa yang sesungguhnya penting bagi dirinya.

Tidak semua yang pergi harus dikejar kembali, dan tidak semua yang hilang harus dianggap sebagai kegagalan. Ada pengalaman yang mengajarkan keikhlasan, ada perpisahan yang mendewasakan, dan ada kesendirian yang membantu seseorang menemukan arah hidupnya.

Pada akhirnya, kehilangan bukan hanya tentang sesuatu atau seseorang yang tidak lagi berada di sisi kita, tetapi juga tentang proses menemukan kekuatan yang selama ini mungkin belum kita sadari.

“Barangkali, kehilangan bukan tentang apa yang pergi, tetapi tentang siapa dirimu yang akhirnya kamu temukan setelah semuanya pergi.”

Pesan ini menjadi pengingat bahwa kehidupan tidak berhenti ketika seseorang mengalami kehilangan. Selama masih memiliki kemauan untuk belajar, memperbaiki diri, dan melangkah ke depan, setiap orang tetap memiliki kesempatan untuk membangun masa depan yang lebih baik.

(RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Enable Notifications OK No thanks