AgamaBerita

YLPK PERARI, Mantv7.com, dan Hefi Sanjaya & Partners Sampaikan Ucapan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa. Ramadhan 1447 H: Menyucikan Hati, Menguatkan Integritas, Menebar Keadilan

102
×

YLPK PERARI, Mantv7.com, dan Hefi Sanjaya & Partners Sampaikan Ucapan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa. Ramadhan 1447 H: Menyucikan Hati, Menguatkan Integritas, Menebar Keadilan

Sebarkan artikel ini

Mantv7.com | Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama Republik Indonesia resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah bertepatan dengan Kamis, 19 Februari 2026. Penetapan ini menjadi awal dimulainya bulan suci yang senantiasa dinantikan umat Islam sebagai momentum memperkuat keimanan, membersihkan hati, serta menata ulang arah kehidupan agar lebih selaras dengan nilai-nilai Ilahiah.

Ramadhan bukan sekadar kewajiban menahan lapar dan dahaga, melainkan proses pendidikan ruhani yang membentuk karakter. Ia mengajarkan disiplin, kejujuran, empati, dan pengendalian diri. Dalam setiap detik ibadah puasa, tersimpan pesan agar manusia mampu menahan amarah, menjaga lisan, serta menghindari segala bentuk perbuatan yang merugikan sesama.

Pimpinan Redaksi Mantv7.com, Rian Hidayat, menegaskan bahwa Ramadhan adalah momentum memperkuat peran media sebagai penyampai informasi yang edukatif dan mencerahkan. “Ramadhan mengajarkan tanggung jawab moral dalam setiap kata yang ditulis dan disampaikan. Informasi harus menjadi cahaya, bukan bara yang memecah,” ujarnya.

Menurutnya, media memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kesejukan ruang publik, terlebih di bulan suci. Informasi yang akurat, berimbang, dan bernilai edukatif menjadi bagian dari kontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang beradab dan tercerahkan.

Sementara itu, Ketua Umum YLPK PERARI sekaligus Pimpinan Kantor Hukum Hefi Sanjaya & Partners, Hefi Irawan, S.H., M.H., menyampaikan bahwa Ramadhan adalah madrasah integritas. Bulan ini menjadi ruang pembelajaran untuk meneguhkan amanah, memperkuat komitmen terhadap keadilan, serta menjaga profesionalitas dalam setiap pengabdian.

“Puasa bukan hanya ibadah personal, tetapi juga refleksi sosial. Menahan diri dari yang dilarang Allah harus sejalan dengan menahan diri dari praktik-praktik yang merugikan masyarakat. Integritas adalah bagian dari ibadah,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa nilai kejujuran dan tanggung jawab yang ditanamkan selama Ramadhan harus tercermin dalam pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam perlindungan konsumen dan penegakan hukum. Spirit Ramadhan mendorong setiap insan untuk bekerja secara bersih, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan.

Ramadhan juga menjadi waktu terbaik untuk membuka pintu maaf. Saling memaafkan bukan hanya tradisi, melainkan kebutuhan spiritual agar hati menjadi lapang. Dengan hati yang bersih dari dendam dan prasangka, ibadah akan terasa lebih khusyuk dan hubungan sosial semakin harmonis.

Di tengah dinamika sosial yang kompleks, Ramadhan mengajarkan pentingnya persatuan. Perbedaan tidak seharusnya menjadi jurang pemisah, melainkan rahmat yang memperkaya. Dengan semangat ukhuwah, umat diajak memperkuat kebersamaan dan saling menguatkan dalam kebaikan.

Setiap hari di bulan suci adalah kesempatan memperbaiki diri. Doa-doa yang dipanjatkan, sedekah yang diberikan, serta kesabaran yang dilatih menjadi bekal membangun pribadi yang lebih matang secara spiritual dan sosial. Ramadan adalah ruang refleksi sekaligus transformasi.

Semoga Ramadhan 1447 Hijriah menjadi titik awal kebangkitan moral dan spiritual bagi seluruh umat. Dengan hati yang saling memaafkan, niat yang diluruskan, serta komitmen pada keadilan dan kebenaran, semoga setiap amal ibadah diterima dan menghadirkan keberkahan bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

(RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Enable Notifications OK No thanks